Akademisi: Indonesia Krisis Lagu Dan Film Anak

147 views

Akademisi: Indonesia krisis lagu dan film anak
Jakarta (ANTARA News) – Akademisi yg juga Direktur Global Sevilla School Jakarta Robertus Budi Setiono menyampaikan ketika ini Indonesia mengalami kriss lagu yg diperuntukkan khusus buat anak.

“Berbeda dengan sesuatu dekade lalu, ketika ini nyaris tak ada lagu-lagu baru yg diciptakan dan diperuntukkan khusus buat dunia anak,” ujar Budi di Jakarta, Selasa.

Dia mengaku prihatin dengan keadaan anak-anak di era kini yg banyak dicekoki dengan lagu-lagu orang dewasa. Hal itu mulai berdampak pada psikologis anak tersebut saat dewasa, yg memiliki tingkah kekanak-kanakan.

Kelangkaan lagu anak-anak yaitu bagian dari rendahnya minat dunia bisnis permusikan bagi mengembangkan lagu anak. Musik seperti halnya industri bisnis, seandainya tak menguntungkan maka tak mulai dijalankan.

Budi mengajak semua pemerhati dunia pendidikan bagi mengembalikan lagu anak ke dunia pendidikan, serta jangan dimasukkan ke jalur bisnis. Melalui lagu, dapat mendidik serta otak kanan anak sejak dini.

“Daya imajinasinya masih murni, otak kanan harus dikembangkan sejak dini,” kata Budi sembari menyebutkan sekolahnya mengadakan konser yg diperuntukkan bagi menghormati pencipta lagu anak Ibu Soed.

Cucu Ibu Soed, Carmanita yg juga hadir dalam acara tersebut menyebutkan, bahwa karya lagu anak ciptaan Ibu Soed telah mencapai lebih dari 340 lagu. Tak cuma menciptakan lagu anak, Ibu Soed juga menciptakan lagu kemerdekaan.

“Ibu Soed, kalau menciptakan lagu maka ia mulai membayangkan menjadi anak kecil itu saat menciptakan lagu,” kata Carmanita.

Sementara itu, Pemerhati perempuan dan anak, Deisti Novanto, menyampaikan Indonesia tidak cuma kekurangan lagu,. tapi juga kekurangan film-film anak. Deisti juga mengimbau segenap pemangku kepenting perfilman di Indonesia mampu memberikan perhatian dalam proses kreatifnya bagi memproduksi lebih banyak film edukatif untuk anak Indonesia.

Baca :  Kebutaan Incar Perokok

“Perlu ada kesepakatan antara pemerintah sebagai pembuat regulasi, para sineas dan masyarakat dalam mengembangkan industri perfilman di Indonesia,” kata Deisti yg juga Ketua Umum Ikatan Istri Partai Golkar itu.

Koordinator Bidang Pendidikan IIPG, Lita Azis Syamsuddin, menjelaskan pihaknya diharapkan mampu melakukan edukasi kepada masyarakat khususnya kepada segmen perempuan dan anak. Untuk itu, pihaknya mengadakan acara nonton bersama film Iqra, Berpetualang Meraih Mimpi, bersama 1.000 anak yatim.

“Melalui film yg religius dan edukatif diharapkan mampu memicu semangat anak Indonesia dalam mewujudkan cita-cita mereka,” harap Lita.

(I025)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com
Hiburan

Tags: #Hiburan

Leave a reply "Akademisi: Indonesia Krisis Lagu Dan Film Anak"

Author: 
    author