Bekerja Empat Hari Sepekan Lebih Efektif

119 views

Bekerja empat hari sepekan lebih efektif

Jakarta (ANTARA News) – Apakah durasi bekerja selaras dengan produktivitas? Belum tentu.
Pakar psikologi K. Anders Ericsson melakukan eksperimen yg memamerkan bahwa orang cuma dapat berkonsentrasi selama empat sampai lima jam ketika bekerja sebelum mereka berhenti menyelesaikan sesuatu. Lebih dari itu, hasil pekerjaannya cenderung datar atau justru memburuk.
“Jika Anda mendorong orang buat bekerja lebih dari durasi mereka mampu berkonsentrasi secara maksimal, Anda cuma membuat mereka memiliki kebiasaan buruk,” kata Ericcson seperti dilansir Business Insider.
Kebiasaan buruk itu mampu juga membuang waktu mereka mampu bagi bekerja produktif.
Singkat kata, memangkas waktu bekerja mampu menuai hasil yg lebih baik.
Ryan Carson, CEO dari perusahaan edukasi teknologi Treehouse, melihat karyawannya lebih bahagia dan produktif sejak dia mengimplementasikan waktu bekerja selama 32 jam setiap minggu pada 2006. 
Carson menganut prinsip bahwa memaksa orang bekerja 40 jam setiap minggu itu nyaris tak manusiawi.
“Ini bukan soal waktu bagi keluarga, atau buat bersenang-senang, atau bekerja lebih sebentar, ini tentang hidup lebih seimbang,” katanya. 
Prinsip Carson tak membuat perusahaannya sulit mendapat untung. Pendapatan tahunannya mencapai jutaan dolar AS, dan menurut Carson para karyawan senang tiba ke kantor buat bekerja setiap hari.
Cerita serupa terjadi di perusahaan Reusser Design yg mengubah peraturan bekerja jadi empat hari sepekan pada 2013. Meski perusahaan itu menerapkan waktu bekerja yg lebih lama buat mengganti libur pada Jumat, pelopor perusahaan Nate Reusser menyampaikan produktivitas meningkat.
“Anda tak mulai yakin pekerjaan yg selesai,” kata dia pada CNN tahun lalu, menambahkan bahwa kebijakan itu memotivasi orang bagi bekerja lebih keras, mirip dengan orang yg giat bekerja menyelesaikan proyek sebelum berlibur.
Anak-anak juga milik potensi mendapat keuntungan dari empat-hari setiap pekan.
Sebuah studi mengungkapkan bahwa anak kelas empat dan lima SD di Colorado mendapat nilai lebih tinggi ketika mereka cuma bersekolah selama empat hari dibandingkan anak-anak yg sekolah lima hari sepekan. Nilai matematika mereka naik 12 persen, sementara nilai membaca naik enam persen.
Bahkan di kelas, orang-orang juga sulit berkonsentrasi pada tugas sulit dalam periode lama.
“Melihat sistem sekolah kebanyakan, sebagian besar murid duduk selama enam atau tujuh jam sehari,” kata Ericcson. “Dan aku kira mereka tak benar-benar berkonsentrasi selama itu.”
Sebagian bukti menekankan bahwa solusinya bukan pada jam kerja yg lebih sedikit, tetapi bagaimana perusahaan mengalokasikan waktu karyawannya. 
Pada 2008, mantan gubernur Utah Jon Huntsman mengimplementasikan rencana bagi mengubah pola kerja.
Hanya memberi waktu adaptasi selama sebulan, nyaris 75 persen PNS mengganti pola kerja dari delapan jam selama lima hari sepekan jadi 10 jam dalam empat hari sepekan.
Di sisi lain, hari libur tambahan menghemat dana yg biasanya dipakai bagi pemanas ruangan, pendingin ruangan dan listrik buat gedung. 
Perubahan ini juga meningkatkan moralitas pegawai. Orang menikmati hari libur lebih banyak dan menikmati perjalanan dari rumah ke kantor yg lebih santai karena mereka tak perlu terjebak macet pada jam sibuk.
Pada intinya, bukti riset membuktikan Anda tak perlu bekerja 40 jam sepekan buat mencapai produktivitas maksimal.
Justru, ketahui batas maksimal Anda ketika bekerja. Demi segala orang, mungkin telah waktunya memangkas waktu kerja.

Penerjemah: Nanien Yuniar

Baca :  Kebudayaan Minang Kuat Di Negeri Sembilan Malaysia

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com
Hiburan

Tags: #Hiburan

Leave a reply "Bekerja Empat Hari Sepekan Lebih Efektif"

Author: 
    author