BlackBerry Dan Nokia Punya Tantangan Berat Di Indonesia

79 views

BlackBerry dan Nokia Punya Tantangan Berat di Indonesia

KOMPAS.com – Setelah BlackBerry launching smartphone Android Aurora minggu ini, dan HMD Global merilis smartphone Nokia di MWC 2017 minggu lalu, lembaga riset IDC meramalkan keduanya bakal memiliki tantangan besar bagi kembali ke pasar Indonesia.

Kondisi pasar dinilai sudah berubah sejak BlackBerry dan Nokia menikmati masa kejayaannya. Ketatnya kompetisi dalam berbagai bentuk dipercaya mulai menjadi penghambat untuk pertumbuhan pangsa pasar Nokia dan Blackberry, terutama di pasar smartphone.

IDC melihat dengan beralih ke Android mulai dapat buat lebih diterima di pasar smartphone Indonesia. Akan tetapi, pasar smartphone di Indonesia ketika ini juga telah dipenuhi oleh vendor ponsel yang berasal China yg lebih agresif, seperti Oppo, Vivo, dan Xiaomi.

“(Smartphone) Nokia dan BlackBerry memang memiliki spesifikasi yg mumpuni, namun mereka ditempatkan pada rentang harga yg telah dipenuhi oleh vendor-vendor yang berasal China,” kata Risky Febrian, Associate Market Analyst, Mobile Phone, IDC Indonesia dalam informasi tertulis yg diterima KompasTekno, Jumat (10/3/2017).

Advertisment

AFP PHOTO / JOSEP LAGO Seseorang memegang ponsel baru besutan HMD Global, Nokia 3310, pada hari pertama ajang Mobile World Congress di Barcelona, Spanyol, Senin (27/2/2017).

Vendor-vendor tersebut menurut Risky sudah sukses bukan cuma dalam penentuan harganya, tapi juga dengan fitur populer, seperti kamera selfie yg di atas rata-rata.

Baca: Menimbang Peluang BlackBerry KeyOne Dijual di Indonesia

“Di sanalah letak tantangan untuk Nokia dan BlackBerry, merupakan memiliki spesifikasi yg mumpuni saja belum cukup bagi menarik perhatian konsumen,” imbuh Risky.

Regulasi TKDN juga disebut Risky mulai menjadi tantangan berikutnya. Pemerintah Indonesia sudah memutuskan bahwa segala ponsel 4G harus memenuhi tingkat kandungan lokal sebesar 30 persen di tahun 2017.

Baca :  Resmi, Windows 10 Anniversary Update Bisa Di-"Download" Lewat Cara Ini

Walaupun regulasi ini tak mulai berpengaruh kepada Blackberry Aurora, karena telah memenuhinya, regulasi ini mulai tetap berpengaruh terhadap smartphone Nokia lainnya, di mana proses pemenuhan persyaratan tersebut mampu berlangsung lama.

Mengenai bagaimana Nokia mulai memenuhi persyaratan regulasi ini masih belum mampu dipastikan hingga ketika ini.

“Bagaimanapun juga, Nokia dan BlackBerry harus memusatkan fokus pada strategi pemasaran di Indonesia, merupakan dengan melalukan kegiatan promosi yg gencar seperti memanfaatkan aktivitas kampanye below the line dan above the line yg telah terbukti mampu mendorong penjualan di Indonesia,” ujar Risky.

Baca: Akankah Nokia 3310 Reborn Dijual di Indonesia?

Sumber: http://tekno.kompas.com
Teknologi

Tags: #Teknologi

Leave a reply "BlackBerry Dan Nokia Punya Tantangan Berat Di Indonesia"

Author: 
    author