Cerita Kota Kecil Di China Dengan Julukan “iPhone City”

121 views

Cerita Kota Kecil di China dengan Julukan “iPhone City”

KOMPAS.com – Foxconn, pabrik rekanan Apple di China yg merakit iPhone, dua kali tersandung masalah hukum karena dianggap memperlakukan pekerjanya secara tak pantas. Di tengah kontroversi tersebut, ada secercah kontribusi Foxconn yg tidak dapat dielakkan.

Foxconn sudah memberikan kehidupan untuk Zhengzhou, kota kecil di mana Foxconn berdiri. Tak berlebihan seandainya Zhengzhou disebut sebagai “iPhone City”.

Bagaimana tidak, Foxconn tiap harinya memproduksi rata-rata 500.000 unit iPhone. Karenanya, pabrik Foxconn membutuhkan sekitar 300.000 pekerja yg notabene adalah penduduk Zhengzhou.

Jumlah itu mulai bertambah pada waktu-waktu tertentu, yakni saat Apple hendak merilis iPhone baru. Biasanya penambahan orang akan dikerjakan dua bulan sebelum iPhone teranyar dirilis, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Minggu (1/1/2017) dari laporan New York Times.

Dari total penduduk Zhengzhou yg berkisar 6 jutaan, 300.000-an penduduk bergantung hidup dari pabrik Foxconn. Jumlah itu berkontribusi pada perputaran duit di kota kecil yg terletak di Provinsi Henan, China Tengah tersebut.

Menurut hasil wawancara New York Times ke lebih dari 100 orang pekerja pabrik, bagian logistik, sopir truk, spesialis pajak, hingga mantan eksekutif Apple, perputaran duit dari produksi iPhone di Zhengzhou mampu mencapai miliaran dollar AS, meskipun tidak disebutkan secara spesifik.

Baca: iPhone 7 Emas Bergambar Donald Trump Dijual Rp 2 Miliar

NY Times Asrama untuk karyawan Foxconn yg mengerjakan iPhone, berdiri di atas pusat perbelanjaan di Zhengzhou, China.

Simbiosis mutualisme

Penduduk Zhengzhou pun sulit menjadi pengangguran karena Foxconn menyediakan begitu banyak pekerjaan. Orang-orang dapat dengan gampang tiba ke pabrik dan mendapat kerja.

Potensi ini didukung oleh pemerintah daerah. Sebagai balasan atas kontribusi pajak daerah yg disetor Foxconn, pemerintah memberikan 1,5 miliar dollar AS atau setara Rp 20 triliun kepada Foxconn.

Baca :  Pamer Surat Suara, Anak Donald Trump Melanggar Hukum

Foxconn diminta mengalokasikan dana tersebut bagi membangun tempat tinggal pekerja dan membangun sistem operasi transportasi dan energi yg lebih baik. Sisanya, pemerintah memberikannya sebagai bonus karena Foxconn memenuhi target ekspor.

“Kami membutuhkan satu bagi membangun bagian dari negeri ini. Ada pepatah tua yg bilang ‘jika kamu membangun sarang, burung mulai datang’. Saat ini burung sedang tiba ke sangkar kami,” kata perwakilan pemerintah daerah Zhenzhou, Li Ziqiang.

Baca: Pabrik iPhone Beneran Pindah ke Amerika Serikat?

Operasi Foxconn di Zhengzhou harus diakui yaitu simbiosis mutualisme buat berbagai pihak. Pemerintah memperoleh pemasukan pajak yg besar, Apple dapat memproduksi iPhone dengan harga murah, serta lapangan pekerjaan yg luas untuk penduduk Zhengzhou.

Posisi Foxconn sendiri mampu dibilang aman dari segi politik dan ekonomi karena dibutuhkan berbagai kepentingan.

Namun, ada wacana dari Presiden AS terpilih, Donald Trump buat memindahkan fasilitas produksi dari China ke AS.

Apple tampaknya mempertimbangkan rencana tersebut, meskipun rantai produksi Apple kebanyakan mengindikasikan penolakan. Lantas bagaimana dengan Foxconn? Belum ada komentar resminya.

BacaRantai Produksi iPhone di China Enggan Pindah ke AS


Sumber: http://tekno.kompas.com
Teknologi

Tags: #Teknologi

Leave a reply "Cerita Kota Kecil Di China Dengan Julukan “iPhone City”"

Author: 
    author