Industri Kendaraan Ramah Lingkungan China Berkembang Cepat

32 views

Industri kendaraan ramah lingkungan China berkembang cepat
Beijing (ANTARA News) – Industri kendaraan energi baru (NEV) meliputi hibrida dan listrik yg ramah lingkungan di China mengalami pertumbuhan yg cepat dalam dua tahun terakhir ditunjukkan dengan pertumbuhan penjualan dan ekosistem industri yg membaik, menurut asosiasi industri di negara itu.

Produksi dan penjualan NEV sudah melampaui 1 juta unit, dengan tingkat pertumbuhan tahunan lebih dari 200 persen, kata wakil direktur China Association of Automobile Manufacturers (CAAM) Dong Yang dilansir dari Xinhua, Sabtu (2/9) waktu setempat.

Dengan lebih dari 50 persen hasil produksi, penjualan, dan kepemilikan kendaraan dengan energi baru di dunia pada 2016, China sekarang menjadi pemimpin global dalam pengembangan NEV.

Dong menjelaskan, para produsen baterai domestik, produsen motor, dan perusahaan yang lain dalam rantai pemasok sudah menjadi penyuplai internasional yg signifikan, dengan lebih dari 70 persen pengiriman baterai NEV global berasal dari China.

Fasilitas pengisian umum di China sudah melampaui 180.000, dengan cakupannya yg meningkat di daerah pemukiman, sepanjang jalan raya, dan ruang publik lainnya.

Perusahaan yg mengoperasikan NEV charging juga bermunculan dengan model bisnis yg inovatif, sementara dukungan pemerintah membuat NEV lebih murah dengan prosedur perizinan sederhana, kata Dong.

Sebanyak 507.000 kendaraan energi baru sudah terjual di China pada tahun lalu, atau terbanyak di dunia buat tahun kedua dan naik 53 persen dibandingkan 2015, menurut data CAAM.

Menurut rencana resmi pengembangan industri otomotif, China menargetkan produksi dan penjualan NEV mencapai beberapa juta per tahun pada 2020, atau empat kali lipat dari jumlah ketika ini, demikian Xinhua.

Editor: Heppy Ratna

COPYRIGHT © 2017

Baca :  Hitung Mundur Peluncuran SUV Premium Hyundai

Sumber: http://otomotif.antaranews.com
Otomotif

Tags: #Otomotif

Leave a reply "Industri Kendaraan Ramah Lingkungan China Berkembang Cepat"

Author: 
    author