Ini Alasannya MPASI Baru Diberi Saat Bayi Berusia 6 Bulan

94 views

Ini Alasannya MPASI Baru Diberi Saat Bayi Berusia 6 Bulan

Jakarta, MPASI alias Makanan Pendamping Air Susu Ibu (ASI) mampu diberikan pada bayi saat ia telah berusia 6 bulan. Lantas, mengapa pemberian MPASI harus menunggu sampai anak berusia 6 bulan ya.

Mengacu pada Ankga Kebutuhan Gizi (AKG) 2013, kebutuhan gizi bayi meningkat setelah usia 6 bulan sehingga diperlukan asupan selain ASI. Dengan demikian, setelah berusia 6 bulan bayi membutuhkan makanan yang lain agar angka kecukupan gizinya terpenuhi.

Selain itu, sistem penceraan bayi termasuk pankreas telah berkembang dengan baik. Sehingga, ia bisa mengolah, mencerna, serta menyerap protein, lemak, dan karbohidrat dari bahan makanan selain ASI.

“Ginjal juga telah berkembang dengan baik sehingga bisa mengeluarkan produk sisa metabolisme, termasiu dari bahan pangan tinggi protein seperti daging,” ujar tim penulis dalam bukunya ‘Jurnal Program Nutritalk Tumbuh Kembang Optimal Ciptakan Pemimpin Andal’ yg disusun Kelompok Kerja Jurnalis Penulis Kesehatan (K2JPK) dan Sari Husada.

Di usia 6 bulan, sistem persarafan dan oromotor bayi semakin berkembang dari akan cuma mengisap menjadi menggigit. Kemampuan mengontrol lidah si kecil juga meningkat seiring dengan akan tumbuhnya gigi-geligi. Di usia 6 bulan, bayi juga akan mengunyah dan menelan sehingga risiko tersedak pun berkurang.

“Perkembangan motorik kasarnya juga semakin baik. Bayi telah mampu duduk sendiri, akan meraih benda dan memasukkannya ke dalam mulit. Hal ini sangat berguna buat akan mengenalkan aneka rasa dan tekstur makanan baru pada bayi,” tambah tim penulis.

Ketika MPASI diberikan terlalu dini, ada risiko yg mampu terjadi. Saluran cerna yg belum sempurna mulai bekerja ekstra keras bagi mengolah makanan padat. Akibatnya, makanan tak mampu dicerna dengan baik dan memicu munculnya gangguan pencernaan seperti sembelit.

Baca :  Cute! Video Bayi 3 Bulan Yang Bisa Lihat Ibunya Setelah Pakai Kacamata Khusus

Selain itu, sistem kekebalan usus bayi juga belum sempurna. Sehingga, enzim yg berfungsi melapisi protein makanan penyebab alergi belum cukup diproduksi. Akibatnya, protein yg masuk ke sel-sel usus justru merangsang reaksi alergi dan intoleransi.

Baca juga: Makanan ‘Dimain-mainkan’ Justru Bantu Anak Doyan Makan Sayur

Lalu, apa yg terjadi saat MPASI diberi terlambat, misalnya ketika bayi telah berusia di atas 7 bulan? Ya, bayi mulai kekurangan gizi mengingat setelah usia 7 bulan kebutuhan gizinya meningkat. Selain itu, perkembangan oromotornya mulai terganggu sehingga membuatnya sulit makan.

“Kondisi ini juga mulai makin membuat bayi kekurangan gizi. Kalau telah begitu, selain rentan sakit, tumbuh kembang bayi pun jadi kurang optimal, termasuk kecerdasannya,” pungkas tim penulis.

Namun, sejatinya ada keadaan yg membuat pemberian MPASI tak harus diberikan setelah anak berusia 6 bulan. Seperti penuturan dr I Gusti Ayu Nyoman Partiwi SpA atau akrab disapa dr Tiwi, bila kenaikan berat badan bayi tak memenuhi syarat dan bayi telah berusia di atas 4 bulan, MPASI boleh saja diberikan.

“Kemudian, selama toleransi pencernaan bayi terhadap makanan yg diberikan baik. Jika si anak tak mengalami pertumbuhan, salah satunya berat badannya tak mengalami kenaikan, seandainya si anak berusia di atas 4 bulan, maka ia dapat diberi MPASI. Namun, seandainya anak berusia di bawah 4 bulan, ia dapat diberi ASI perah lebih banyak, donor ASI atau susu formula,” tutur dr Tiwi.

“Jadi tolong artikan ASI eksklusif dengan baik. Jangan fanatik. Kalau bayi butuh satu yg dia perlu. Atau bayi kurus, bobotnya nggak maksimal, umur udah 5 bulan, dia bersiap makan, kasih aja makanan pendamping ASI,” tambah dr Tiwi kepada detikHealth dua waktu lalu.

Baca :  Kenapa Sih Ada Orang Yang 'Hobi Jual Omongan' Ke Orang Lain?

Baca juga: Gangguan Pencernaan Bisa Hambat Perkembangan Anak

(rdn/up)
Sumber: http://health.detik.com
Kesehatan

Tags: #Kesehatan

Leave a reply "Ini Alasannya MPASI Baru Diberi Saat Bayi Berusia 6 Bulan"

Author: 
    author