Ini Bahaya Dari Mobil Yang Diretas

41 views

Ini bahaya dari mobil yang diretas
Detroit (ANTARA News) – Para hacker akan mengincar bagi meretas mobil-mobil dengan teknologi terbaru, terutama yg memakai banyak kontrol digital dan terhubung internet, termasuk mobil swakemudi.

Mobil yg diretas melalui dunia maya, seperti komputer, dapat diambil alih kendalinya oleh para peretas. Tidak cuma itu, data-data berharga terkait lokasi tempat tinggal, kantor, rute perjalanan, hingga lokasi yg tidak jarang dikunjungi pun dapat dicuri oleh para peretas mobil.

Hampir seluruh perangkat digital yg terhubung di dalam mobil dapat menjadi titik masuk jaringan komunikasi penting kendaraan sehingga membuka pintu buat peretas bagi mengendalikan mobil, misalnya dengan melumpuhkan mesin atau rem.

Kendati baru dua yg sukses meretas kendaraan, namun sebagian besar kejadian itu memperlihatkan kelemahan mobil berteknologi canggih itu. Mobil mampu dimatikan dari jarak jauh, bahkan kendalinya diambil alih melalui dunia maya.

Pakar keamanan mencemaskan ancaman yg berkembang dari peretas yg hendak mengakses mobil dari jarak jauh kemudian meminta uang tebusan dari pemilik seandainya ingin mobilnya kembali.

Penjahat di dunia maya juga mampu mencuri data pribadi dan keuangan yg didapatkan dari mobil.

Beberapa ahli memperingatkan apabila ada jutaan kendaraan terhubung internet, maka potensi peretasan massal dapat menjadi bencana, terutama untuk mobil-mobil yg tak memiliki kendali manual.

Untuk itu, pelaku industri otomotif dan pembuat undang-undang harus bergegas menanggapi ancaman ini. Ada usulan standar baru yg harus dipenuhi perusahaan mobil buat melawan serangan siber.

Produsen mobil harus memiliki perangkat lunak yg kokoh supaya sulit diretas sekaligus dapat mengindentifikasi para peretas yg coba masuk ke dalam sistem pada kendaraan.

Meskipun ada ketidaksepakatan di kalangan pabrikan dan keamanan mengenai besarnya ancaman, namun tindakan itu memang dibutuhkan guna meminimalkan risiko.

Baca :  Kimi Raikkonen Terpana Dengan Mobil Irit Buatan Mahasiswa

Gangguan siber sudah menjadi peringatan buat produsen otomotif dalam lima tahun terakhir, kata Phil Jansen, Wakil President Fiat Chrysler buat pengembangan produk di Amerika Utara.

“Ini sudah menyebabkan kita memikirkan kembali bagaimana membuat arsitektur” buat peralatan elektronik kendaraan, katanya.

“Perangkat lunak dengan cepat menggantikan perangkat keras,” kata Colin Bird, analis industri otomotif senior di IHS Markit Ltd. “Lebih dari 50persen nilai mobil ketika ini ditentukan oleh perangkat lunak, dan itu selalu meningkat.”

Mobil-mobil dengan teknologi canggih telah memakai perangkat lunak buat menggantukan fungsi yg sebelumnya didominasi perangkat keras antara yang lain pengereman, pengalihan gigi dan kontrol throttle.

Pakar keamanan siber menyampaikan mobil-mobil ketika ini seperti komputer pribadi, dengan semua risiko yg selalu mengintai.

Pada 2014 terjadi serangan yg melibatkan Jeep Cherokee. Peretas memperlihatkan potensi kerentanan dengan menemukan kata sandi Wi-Fi dan koneksi seluler bagi mengakses jaringan komputer internal mobil dahulu mengendalikan fungsi akan dari kunci pintu, wiper, jendela hingga kemudi.  Hal itu memicu Fiat Chrysler Automobiles menarik 1,4 juta kendaraan.

(Baca: Amerika Serikat keluarkan pedoman terbaru pengembangan mobil swakemudi)

Tidak gampang diperbaiki

“Tidak ada perbaikan yg sederhana,” kata Mark Nunnikhoven, wakil presiden Trend Micro. “Jaringan internal semacam ini tak pernah dimaksudkan bagi dihubungkan seperti sekarang.”

Perhatian pakar keselamatan adalah data pelanggan. Produsen mobil menyiapkan kendaraan bagi mengumpulkan dan mengirimkan banyak keterangan terperinci seperti lokasi, kecepatan dan kewaspadaan pengemudi.

Pejabat industri menyampaikan pembuat mobil siap buat launching paket konektivitas yg memungkinkan pemiliknya berinteraksi dengan penyedia layanan dan melakukan pembelian dengan kartu kredit dari mobil ketika berjalan.

Semua keterangan itu yaitu sasaran para peretas yg ingin mencuri atau membajak kartu kredit, bahkan memeras pemilik mobil memakai keterangan pribadi yg didapatkan dari mobil.

Baca :  Tampilan Eksterior Dan Interior Aston Martin DB11 (video)

“Mobil bagaikan rumah kedua untuk orang Amerika. Saya tak berpikir melebih-lebihkan saat aku menyampaikan mungkin sebagian besar dari kalian sudah berdansa di dalam mobil, menangis di mobil, dan berteriak dalam mobil kita,” kata Joe Jerome, seorang pengacara dari lembaga non profit yg berbasis di Washington DC.

“Hanya persoalan waktu sebelum serangan berskala besar terjadi pada mobil,” kata Miroslav Pajic, asisten profesor teknik elektro Duke University.

Elon Musk, chief executive Tesla, memprediksi dalam sesuatu dekade ke depan hampir seluruh mobil baru mulai memiliki kemampuan swakemudi.

General Motors, pabrikan mobil terbesar AS, membentuk grup keamanan siber khusus pada tiga tahun dahulu yg ketika ini berjumlah 80 orang. Pada Juli, GM mempekerjakan beberapa pakar keamanan dunia maya yg memimpin peretasan Jeep pada 2014.

“Kami sudah merancang ulang proses pengembangan kendaraan kalian buat memasukkan pertimbangan keamanan maya sejak tahap awal desain kendaraan,” kata kepala keamanan siber GM,Jeff Massimilla.

Tahun lalu, Fiat Chrysler membuat program “bug bounty” yg membayar peretas bagi mencari kekurangan dalam sistem kendaraan mereka. Ford Motor Co dan pembuat mobil global lainnya juga memiliki program aktif guna melawan peretasan mobil, demikian Wall Street Journal.

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © 2017

Sumber: http://otomotif.antaranews.com
Otomotif

Tags: #Otomotif

Leave a reply "Ini Bahaya Dari Mobil Yang Diretas"

Author: 
    author