ITS Juarai Inovasi Penemuan Internasional Di Macao

127 views

ITS juarai inovasi penemuan internasional di Macao

Surabaya (ANTARA News) – Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menjuarai kompetisi inovasi dan penemuan internasional dengan meraih medali emas pada forum “The 5 th Macao International Innovation and Invention Expo 2016”.

“Penelitian aku ini membuat prototipe alat yg mampu mereduksi kadar garam dalam air hingga 75 persen,” kata mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FIMPA) Jurusan Kimia ITS, Tunjung Rahmawati, di Surabaya, Selasa.

Dalam ajang meeting para peneliti muda tingkat dunia yg diadakan di Macao, awal Juli lalu, ia menyampaikan ada sekitar 40 negara yg tergabung dalam acara tersebut yg didominasi para penemu dan peneliti muda dari China.

“Indonesia diwakilkan beberapa tim, sesuatu orang dari ITS dan satunya lagi tim dari SMA di Palu yg memperoleh medali perak,” tutur mahasiswa semester V.

Karya berjudul “Fabrication of Chitosan-based Membrane for Salt Removel”, ia mengembangkan teknologi membran yg sebelumnya cuma mampu mereduksi kadar garam antara 15-25 persen, namun melalui membran yg dibuatnya mencapai 75 persen kadar garam.

“Saya coba merancang membran yg berasal dari limbah kulit udang, kemudian diekstrak buat mengambil zat kitin (C8H13O5N)n. Dari zat kitin tersebut dikerjakan proses destilisasi sehingga menjadi kitosan,” tuturnya.

Menurut dia, setelah didapat kitosan dulu dibuat memberan dengan menambahkan polysulfone dengan perbandingan 5:95. Membran dari bahan dasar kitosan dan polysulfone ini kemudian digunakan bagi melakukan proses desalinasi atau pengurangan kadar garam dalam air.

Dia mengungkapkan kitin adalah polimer berantai panjang dari asetilglukosamin-N, sebuah turunan dari glukosa. Zat ini adalah komponen penting dari dinding sel jamur, udang dan kepiting, yg bersifat tak larut dalam air.

Baca :  Snap Akan Habiskan 1 Miliar Dolar Untuk Sewa Cloud Amazon

“Zat kitin dimodifikasi sedemikian rupa sehingga terbentuklah zat kitosan, yg bisa mengikat zat-zat racun, yg dalam penelitian Tunjung bisa mereduksi kadar garam dalam air,” paparnya.

Perempuan asli Klaten, Jawa Tengah itu dapat memenangkan kompetisi inetrnasional dikarenakan penelitiannya terkait dengan pemanfaatan limbah dari kulit udang itu, sehingga panitia dan juri penasaran terhadap temuannya.

“Ketika poster dan prototipe dipamerkan, banyak juri dan juga pengunjung yg tertarik dan menggali lebih dalam lagi tentang apa yg aku pamerkan. Saya didampingi seorang penerjemah bahasa Cina, karena sebagian juri banyak memakai bahasa setempat,” paparnya.

Ia berharap dengan membran ini masyarakat di pesisir pantai, dapat mendapatkan air dengan kandungan garam yg lebih sedikit. Sedangkan harapan ke depannya tak cuma sebatas pada kadar garam, tapi juga tingkat kepayauan air mampu dikurangi.

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Sumber: http://www.antaranews.com
Teknologi

Tags: #Teknologi

Leave a reply "ITS Juarai Inovasi Penemuan Internasional Di Macao"

Author: 
    author