Kecil-kecil Berani Bullying, Ini Pendorongnya Menurut Pakar

67 views

Kecil-kecil Berani Bullying, Ini Pendorongnya Menurut Pakar

Jakarta, Miris rasanya melihat anak-anak SD di Jakarta telah mampu melakukan bullying atau perundungan pada temannya sendiri. Menurut psikolog, ada dua faktor yg dapat mendorong anak bagi melakukannya.

Dikatakan Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Psi., Psi, pada dasarnya, di usia sekolah dasar, anak akan mencari identitas. Salah satunya dengan berteman atau kumpul-kumpul bersama kelompok tertentu.

“Biasanya di usia segitu mereka memang telah sukanya kumpul dengan kelompok tertentu yg dianggap sama dengan mereka,” terangnya ketika berbincang dengan detikHealth, Kamis (20/7/2017).

Hanya saja, bagi dapat masuk ke dalam kelompok tersebut, terkadang segala anggota memutuskan persyaratan tertentu. Tak jarang persyaratan ini terdengar aneh, semisal harus menggunakan baju yg sama atau identitas lainnya. “Kalau tak sama, tak dianggap di dalam kelompok,” lanjutnya.

Baca juga: Dari Film Hingga Suasana Politik Indonesia Disebut Bisa Picu Bullying

Persoalan diperkeruh dengan pola asuh yg tak mengarahkan anak bagi melakukan pertemanan secara positif. “Kalau diarahkan, anak tahu kalau beda-beda itu enggak apa-apa. Tapi kalau tak diarahkan, anak berpikir yg tak sesuai dengan kriteria dianggap beda dan ini seakan-akan ‘menyerang’ kelompok mereka,” paparnya.

Psikolog yg akrab disapa Nina itu menambahkan orang tua sendiri kerap memberikan contoh sikap yg buruk, bahkan meskipun cuma berupa celetukan atau komentar iseng.

“Kadang kan omongan orang tua kadang kasar ya, atau lingkungan pergaulan dan tetangga-tetangga kadang mengatakan kayak gitu. Orang tua juga kalau ada yg salah, segera menghukum, kemudian menghukumnya juga berlebihan. Itu kan juga terekam oleh anak,” jelas psikolog yg berpraktik di Klinik Terpadu Universitas Indonesia dan TigaGenerasi tersebut.

Baca :  Ketika Mudik Jadi Ajang Pamer Para Social Climber, Ini Kata Psikolog

Baca juga: Marak Kasus Bullying, Dokter Jiwa: Harus Jadi Perhatian Serius

Nina menambahkan, ini pun kelihatan pada pembicaraan anak, bahkan hingga ke guyonan yg dilontarkannya di tengah teman-temannya. “Becandaan anak sekarang juga tak terkontrol, seperti memakai kata-kata bunuh itu biasa. Di luar itu, media seperti TV itu juga berperan dengan menyiarkan hal-hal yg tak terlalu positif, misalnya lewat sinetron,” imbuhnya.

Setelah terekam di otak mereka, Nina menyebut hal-hal semacam ini kemudian menjadi referensi perilaku buat anak.

“Jadi karena referensinya kayak gitu, kalau tak diimbangi dengan diskusi dan pengarahan, itu yg sebenarnya mampu bikin anak menjadi terpikir buat melakukan bullying terhadap orang lain,” pungkasnya.

Baca juga: Mungkinkah Seorang Pelaku Bullying Menyesal?(lll/fds)
Sumber: http://health.detik.com
Kesehatan

Tags: #Kesehatan

Leave a reply "Kecil-kecil Berani Bullying, Ini Pendorongnya Menurut Pakar"

Author: 
    author