Kisah Dafa, Balita Pengidap Gizi Buruk Di Cilegon

105 views

Kisah Dafa, Balita Pengidap Gizi Buruk di Cilegon

Jakarta, Malang tidak mampu ditolak, mujur tidak mampu diraih. Peribahasa itu mungkin bisa menggambarkan kehidupan keluarga kecil Dafa Maulana, anak dari pasangan Ahmad Juli dan Neni Suryani.

Dafa Maulana, balita berusia 1,9 bulan itu keadaan berat badannya selalu menyusut. Bocah berjenis kelamin laki-laki tersebut divonis dokter mengidap gizi buruk sejak bulan Januari 2017 lalu. Segala usaha bagi memperbaiki keadaan kesehatan Dafa telah dikerjakan sang ibu, Neni Suryani. Mulai dari membawanya ke Puskesmas hingga dikerjakan perawatan ke rumah sakit.

Dengan raut wajah sendu, Neni menceritakan bagaimana kisah Dafa hingga menderita gizi buruk. Kala itu Dafa cuma menderita sakit muntaber, Neni kemudian membawanya ke rumah sakit bagi mendapatkan perawatan.

Dafa dirawat di rumah sakit selama 3 hari, sebelum sempat dirawat, Neni membawa buah hatinya terlebih dulu ke Puskesmas buat diperiksa. Namun karena sakitnya tidak kunjung sembuh, keluarga Dafa membawanya ke rumah sakit buat mendapatkan perawatan.

“Awalnya cuma diare, sempat dirawat di rumah sakit Kurnia Cilegon selama 3 hari, kayak muntaber begitu sakitnya, segera dirawat selalu pulang. Abis dari rumah sakit telah sembuh. Sesudah dari rumah sakit itu minum ASI nggak mau, dikasih susu biasa juga nggak mau,” kata Neni bercerita kepada detikcom di kediamannya, Selasa (16/5/2017).

Dafa dan keluarganya tinggal Lingkungan Kapudenok RT 04/02, Kelurahan Lebak Denok, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Banten. Ayahnya, Ahmad Juli bekerja sebagai penjaga sekolah di Kota Cilegon. Sedangkan ibunya cuma sebagaiibu rumah tangga.

“Kata dokter menderita gizi buruk, kurang nutrisi. Katanya begitu. Makan minumnya susah, kayak ada yg menghalang di tenggorokannya. Cuma katanya ada lambung yg luka bekas diare selalu menerus,” paparnya.

Baca :  Pasien Mag Boleh Berpuasa, Tapi Catat Pesan Ini

Semenjak Dafa mengalami diare berkepanjangan, obat-obatan dan vitamin terus tersedia di rumah. Namun diare yg diderita Dafa tidak juga kunjung membaik.

Kisah Dafa, Balita Pengidap Gizi Buruk di CilegonFoto: Muhammad Iqbal

Sekitar beberapa pekan lalu, Dafa kembali dirawat selama 7 hari lantaran berat badannya yg selalu menyusut. Sebelum diare menyerang, berat badan Dafa 9 kilogram, setelah itu berat badannya menurun menjadi 7 kilogram. Saat telah tidak lagi di rumah sakit, berat badan Dafa turun kembali menjadi 5,7 kilogram.

“Satu pekan dirawat di rumah sakit hanya naik sedikit, jadi 5,9 dan telah boleh pulang dari rumah sakit. Di rumah sakit cuma dikasih obat dan vitamin, bagi nambah nafsu makan,” lanjut Neni.

Kini, berat badan Dafa cuma 5,9 kilogram. Berbanding jauh seandainya membandingkan dengan keadaan balita normal lainnya yakni 9-12 kilogram. Sehari-hari, Dafa kecil sulit buat makan. Paling-paling, kata Neni, makanan yg masuk ke dalam perutnya cuma 2-3 sendok setiap hari.

“Makannya paling 3 sendok, soalnya anaknya susah makan, minumnya susah, asupannya juga sedikit. Mungkin itu yg menyebabkan berat badannya selalu turun,” paparnya.

Baca juga: Kisah Fahry, Balita Asal Cilegon yg Kena Radang Otak dan Gizi Buruk

Dafa, kata Neni, yaitu anak kedua dari hasil pernikahannya dengan Ahmad Juli. Namun takdir berkata lain, anak pertamanya telah terlebih dulu meninggal mendahului kedua orangtuanya.

“Ini anak kedua, anak pertama aku telah meningal karena sakit kejang-kejang, dirawat di rumah sakit 3 hari setelah itu meninggal. Anak pertama gemuk, hanya karena sakit kejang-kejang itu,” kenang Neni.

Kisah Dafa, Balita Pengidap Gizi Buruk di CilegonFoto: Muhammad Iqbal

Neni melanjutkan, anak keduanya ini justru berbanding terbalik dengan anak pertamanya. Jika anak pertama memiliki keadaan tubuh normal, anak keduanya justru mengalami keadaan tubuh berbeda.

Baca :  Selalu Terbatuk Saat Tertawa, Sakit Apa?

“Saya mah nggak mau anak jadi kayak gini, ya namanya ujian dari Allah mau gimana, aku nggak pernah ngebiarin anak, padahal saling bantu sama orangtua, gantian, hanya ya anaknya susah tidur, rewel aja nangis terus, jadi karena nangis itu bukan nambah gede malah nambah kecil,” tuturnya.

“Manusia kan cuma mampu berusaha, bagaimanapun Allah yg nentuin. Kalau nggak mikir gitu aku telah stres,” cetusnya dengan nada sedih.

Kini, Dafa kecil butuh perawatan intensif buat mengembalikan keadaan tubuhnya layaknya anak seusianya. Neni dan suami cuma mampu membawa Dafa ke rumah sakit terdekat dengan modal BPJS Kesehatan. Ia tidak berani membawa ke rumah sakit yg lebih bonafide lantaran tidak ada biaya.

Baca juga: dr Toni dan Ceritanya Sering Evakuasi Pasien Lewat Sungai karena Longsor

(up/up)
Sumber: http://health.detik.com
Kesehatan

Tags: #Kesehatan

Leave a reply "Kisah Dafa, Balita Pengidap Gizi Buruk Di Cilegon"

Author: 
    author