Kisah Romantis Le Mayeur Dan Ni Pollok Di Sanur Bali

98 views

Kisah Romantis Le Mayeur dan Ni Pollok di Sanur Bali

DENPASAR, KOMPAS.com – Kisah cinta antara pelukis yang berasal Belgia, Adrien Jean Le Mayeur dan penari legong keraton bernama Ni Nyoman Pollok kekal abadi di pinggir Pantai Sanur, Denpasar, Bali. Dua insan berbeda negara itu terekam di sebuah museum, tempat tinggal mereka kala itu.

Dari sejarah singkat yg tertera di Museum Le Mayeur, awalnya Le Mayeur tiba ke Bali pada tahun 1932 melalui Pelabuhan Buleleng, Singaraja dahulu menuju Denpasar. Di Denpasar, ia menyewa sebuah rumah di Banjar Kelandis.

Di Banjar Kelandis itu, kisah cinta itu dimulai. Le Mayeur menjadikan Ni Pollok yg ketika ia temui berusia 15 tahun sebagai model lukisannya.

(Baca juga: 5 Ide Berwisata di Sanur Bali)

Pameran Le Mayeur dengan lukisan bermodelkan Ni Pollok di Singapura sukses. Ia semakin dikenal dan tiba kembali ke Bali.

Kala itu, ia membeli sebidang tanah dan mendirikan rumah di Pantai Sanur yg kini menjadi lokasi Museum Le Mayeur. Hari demi hari ia habiskan buat melukis Ni Pollok dan beberapa orang temannya.

Singkat kata, ia semakin betah tinggal di Bali. Padahal awal rencananya, ia cuma ingin tinggal sementara. Namun, kedekatannya dengan Ni Pollok menimbulkan rasa saling mencintai sehingga rencana itu. Ia pun merubah rencananya itu.

KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo Halaman dalam Museum Le Mayeur. Museum Le Mayeur terletak di Jalan Hang Tuah, Sanur Kaja, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali.

Tiga tahun lamanya menjadi model, tepatnya tahun 1935, beberapa sejoli itu sepakat mengikat janji suci. Le Mayeur dan Ni Pollok sepakat hidup bersama dalam ikatan perkawinan yg dilangsungkan dengan adat Bali.

Baca :  Yang Dibutuhkan Borobudur Agar Semakin Menggaet Wisman

Selama menjadi suami istri, Le Mayeur selalu melukis Ni Pollok. Hasil dari menjual lukisan terus disisihkan bagi memperindah rumahnya dan lukisan yg dianggap paling bagus dipasang sebagai koleksi pribadi.

Lukisan Le Mayeur menyita perhatian Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan pada tahun 1956, Bader Djohan. Djohan tiba ke rumah Le Mayeur dan terkesan. Ia meminta Le Mayeur agar rumahnya dijadikan museum.

Le Mayeur menyambut ide itu dengan senang hati. Mulai ketika itu, Le Mayeur selalu berkarya bagi tidak mengurangi dan meningkatkan mutu lukisannya.

(Baca juga: 4 Tempat Wisata Kuliner di Seputar Pantai Sanur)

Pada tahun 1957, impian menjadikan museum berbuah. Kenyataan itu ia terima melalui akta hadiah nomor 37 dari Le Mayeur kepada Ni Pollok. Pada ketika yg sama juga diterbitkan akta persembahan (sehenking) Nomor 38 yg berisi tentang penyerahan rumah beserta isinya yg terdiri atas tanah, lukisan, dan barang-barang bergerak lainnya dari Ni Pollok kepada Pemerintah Republik Indonesia bagi dijadikan museum.

Akhir tahun 1958, Le Mayeur terserang kanker telinga yg ganas. Ia bersama sang istri kemudian pergi ke Belgia buat berobat. Setelah berobat beberapa bulan di Belgia, akhirnya Le Mayeur menghembuskan nafas terakhir pada bulan Mei 1958 dalam usia 78 tahun. Ia dikubur di tanah kelahirannya.

KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo Patung di dekat pintu masuk Museum Le Mayeur. Museum Le Mayeur terletak di Jalan Hang Tuah, Sanur Kaja, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali.

Ni Pollok kembali ke Bali buat mengurus rumahnya yg sudah menjadi museum. Ia meninggal pada tanggal 28 Juli 1985 dalam usia 68 tahun.

Museum ini terdiri dari dua ruangan. Seperti ruangan buat studio lukis, menerima tamu umum bahkan Presiden Soekarno, kamar tidur Le Mayeur dan Ni Pollok, dan tempat menerima tamu dekat atau keluarga.

Baca :  Catat! Beragam Promo Dan Kegiatan Berhadiah Tiket Pesawat Di GATF 2016

Lukisan tertua di Museum Le Mayeur tercatat pada tahun 1921 dan termuda adalah sesuatu tahun sebelum Le Mayeur meninggal yakni 1957. Jumlah lukisannya semasa hidup tercatat sebanyak 88 buah.

Tak hanya, hasil karya Le Mayeur selama tinggal di Bali yg dipamerkan. Beberapa bahkan yaitu lukisan impresionis Le Mayeur setelah melakukan perjalanan dari Eropa, Afrika, India, Italia dan Perancis sebelum datang di Bali.

Sumber: http://travel.kompas.com
Wisata

Tags: #Wisata

Leave a reply "Kisah Romantis Le Mayeur Dan Ni Pollok Di Sanur Bali"

Author: 
    author