Konstruksi Bangunan Untuk Menyiasati Gempa

127 views

Konstruksi bangunan untuk menyiasati gempa

Jakarta (ANTARA News) –  Praktisi sipil Benny Puspantoro menyebut dalam ilmu sipil, sudah dikenal syarat-syarat bangunan yg lebih dapat mengatasi guncangan, misalnya memakai denah bangunan yg sederhana dan simetris, bukan bentuk L, U atau T, bagi mengurangi efek momen puntir oleh gaya gempa.

Syarat berikutnya adalah dengan membangun fondasi rumah di atas struktur tanah yg stabil, merupakan tanah yg bertekstur keras, padat dan merata kekerasannya.

Semakin keras struktur tanahnya maka partikel-partikel tanah mulai makin sulit bergerak seandainya terjadi guncangan, dan bangunan di atasnya juga dapat terhindar dari guncangan tersebut.

Selain itu, fondasi dan dinding harus dibangun dengan balok yg berkeliling bangunan yg saling terikat kokoh dengan kolom serta memakai atap yg ringan.

Bahan-bahan seperti kayu dan bambu seperti pada rumah-rumah tradisional memiliki resiko minimal dibanding bahan seperti batu bata dan batako pada rumah modern, karena lebih ringan.

Sedangkan buat bangunan tinggi seperti gedung perkantoran, mal, apartemen dan infrastruktur seperti jalan dan jembatan di perkotaan sebaiknya memakai konstruksi yg memang dirancang tahan guncangan gempa.

Sarang Laba-laba
Ryantori, pakar konstruksi bangunan yang berasal Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS), sudah mengembangkan Konstruksi Sarang Laba-Laba (KSLL) buat kebutuhan bangunan tahan gempa tersebut.

Konstruksi ini dirancang buat bisa mengikuti arah gempa baik horisontal maupun vertikal sehingga bangunan tak mulai ambruk karena gempa.

“Konstruksi Sarang Laba-Laba ini satu-satunya sistem fondasi yg terbukti dan teruji bisa menyelamatkan gedung-gedung yg menggunakannya pada ketika gempa dahsyat 9,3 Skala Richter yg menghancurkan Aceh, dengan rasio keberhasilan 100 persen,” katanya.

Pada 26 Desember 2004 saat Aceh luluh-lantak oleh gempa, ada 32 gedung yg selamat karena memakai KSLL. Kemudian pada 30 September 2009 saat Padang hancur terkena gempa 8,4 SR terdapat 65 gedung yg 100 persen juga selamat karena memakai KSLL.

Baca :  Menkominfo Ajak Pemimpin ASEAN Kolaborasi Kembangkan Ekonomi Digital

Ketahanan terhadap gempa menjadi lebih tinggi sebab KSLL yaitu suatu konstruksi yg menyatu, kaku dan saling mendukung antara konstruksi beton dan perbaikan tanah.

Konstruksi berupa beton bertulang menyerupai sarang laba-laba dan tanah yg dipadatkan itu adalah sistem fondasi pertama di dunia yg bisa membuat tanah juga berfungsi sebagai struktur, ujarnya.

Menurut Ryantori, konstruksi yg sudah dikembangkannya sejak 1976 itu sudah digunakan buat lebih dari 700 gedung di Indonesia seperti di Aceh, Padang, Bengkulu, Jambi, Sulut, Sulteng, NTB hingga Papua. Sekitar 150 gedung di antaranya sempat terkena gempa, namun mampu tetap kokoh berdiri.

Paten KSLL kini telah yaitu seri yg ke-3 yg terbit awal 2017 dan menyempurnakan paten seri sebelumnya, yakni seri 1 terbit tahun 1979 dan seri 2 tahun 2007. Paten seri 3 ini sudah ditambah perangkat pasak vertikal yg berfungsi meratakan seandainya terjadi penurunan bangunan, ujarnya.

Pembangunan gedung dengan memakai konstruksi ini juga tak membutuhkan waktu lama, karena tinggal dipasang di lokasi. Selain itu juga lebih hemat karena tak membutuhkan tiang pancang dalam dan lebih banyak menyerap tenaga kerja, karena tak ada pekerjaan yg membutuhkan alat berat.

Fondasi ini juga sesuai digunakan sebagai dasar bangunan bertingkat 2 hingga 8 yg dibangun di atas tanah lunak, karena seandainya terjadi penurunan tanah maka mulai merata di segala bidang, karena masing-masing kolom dijepit dengan rusuk-rusuk beton yg saling mengunci.

KSLL sudah digunakan antara yang lain bagi gedung RRI di Surabaya, lapangan kontainer Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, kantor dinas perhubungan di Banda Aceh, gedung DPRD Sumbar di Padang, Bandara Hang Nadim Batam, CTI Building di Manado, departemen logistik kepolisian di Jakarta Timur, serta kantor hukum dan HAM Papua.

Baca :  Kenapa Banyak Serangan "Cyber" Dari Indonesia?

Konstruksi macam ini tak cuma bagi mengantisipasi kemungkinan kerusakan bangunan dan kerugian materi yg cukup besar karena gempa, tapi juga mencegah kemungkinan korban luka dan tewas tertimpa bangunan. 

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com
Teknologi

Tags: #Teknologi

Leave a reply "Konstruksi Bangunan Untuk Menyiasati Gempa"

Author: 
    author