Melintas Batas Thailand-Kamboja Dengan Bus

112 views

Melintas batas Thailand-Kamboja dengan bus

Bangkok (ANTARA News) – Kota Bangkok, Thailand, telah menjadi salah sesuatu tujuan pariwisata buat mereka yg suka jalan-jalan. Tak cuma turis Asia, turis dari luar Asia juga tidak sedikit yg menghabiskan liburan mereka ke ibu kota negeri Gajah Putih itu.

Selain berwisata keliling kota Bangkok bagi berbelanja, menikmati kuliner dan mengunjungi candi megah berlapis emas, melintasi batas negara Thailand bagi berwisata ke Kamboja menjadi alternatif memperpanjang masa liburan.

Siem Reap menjadi kota di Kamboja yg layak dikunjungi. Selain karena tak terlalu jauh dari Bangkok, kota tersebut juga menyimpan warisan sejarah dunia yakni kompleks percandian Angkor Wat.

Untuk bisa jalan-jalan ke Siem Reap, Anda mampu memakai bus pemerintah yg dioperasikan oleh The Transport Co bernama Nattakan. Anda bisa memesan tiket bus secara online atau membelinya segera di terminal bus Mo Chit, Bangkok.

Harga tiket 750 baht sekitar Rp300 ribu. Terdapat beberapa pilihan waktu pemberangkatan menuju Siem Reap, Kamboja, merupakan pukul 08.00 dan 09.00 waktu Bangkok (sama dengan WIB).


(Perjalanan menuju perbatasan Thailand dan Kamboja, Selasa (4/4/2017). (ANTARA News/ Arindra Meodia))

Perjalanan menuju perbatasan

Sesampainya di terminal Mo Chit Anda mampu menuju counter The Transport Co buat menukarkan bukti pembelian tiket dengan tiket fisik. Untuk mempermudah, sebaiknya Anda membeli tiket secara online, mengingat bahasa sedikit menjadi kendala, sementara bukti pembelian tiket bisa menjadi alat buat Anda buat bertanya kepada petugas terminal.

Setelah menukarkan tiket, Anda mampu menuju ke ruang pemberangkatan. Bus Nattakan berada di pemberhentian nomor 160.

Anda mulai merasakan hal berbeda ketika hendak masuk ke dalam bus. Pasalnya, pintu bus berada di sebelah kanan, sementara setir kemudi berada di sebelah kiri. Bus tersebut yaitu bus Kamboja di mana negara tersebut memakai sistem dulu lintas yg berkebalikan dengan di Indonesia (kemudi di kiri).

Baca :  Telisik Danilla Di Java Jazz Festival 2017 (Video)

Bus cukup nyaman dan tak terlalu kecil, beberapa kursi di bagian kanan dan kiri. Saat Anda duduk, petugas mulai menghampiri Anda bagi memberikan sesuatu botol air mineral dan sesuatu bungkus tas kertas berisi sesuatu bungkus kue spon, sesuatu kotak jus buah dan sesuatu kaleng kopi berukuran kecil.

Di tengah perjalanan Anda mulai melihat pemandangan yg tak asing. Perjalanan menuju perbatasan Thailand – Kamboja melewati kota kecil pada beberapa jam pertama. Di kanan dan kiri jalan terdapat tak sedikit tempat peristirahatan layaknya di jalan bebas hambatan seperti pom bensin, toilet dan pujasera. Ada pula gerai makanan cepat saji.

Perjalanan berlanjut dengan pemandangan hutan dengan pohon-pohon bertubuh langsing mirip pemandangan ketika melintas kawasan Ngawi, Jawa Timur, menuju Klaten, Jawa Tengah, yg penuh dengan pohon jati. Kemudian, hamparan tanah dengan semak belukar.

Mendekati perbatasan, petugas bus memberi kertas formulir kedatangan/kepergian dari/ke Kamboja. Formulir tersebut digunakan buat memasuki/meninggalkan Kamboja ketika pemeriksaan paspor di kantor imigrasi.

Sekitar 5km dari perbatasan, bus berhenti di tempat peristirahatan yg sedikit mirip dengan pasar tradisional. Di situ, petugas yang lain membuatkan visa buat para penumpang yg negaranya diwajibkan memakai visa buat memasuki Kamboja dengan mengenakan biaya 1.000 baht atau sekitar Rp400 ribu.

Sebagai informasi, warga Indonesia tak memerlukan visa buat memasuki Kamboja karena tergabung dalam ASEAN.

Di tempat pemberhentian tersebut terdapat kantor cabang bus Nattakan yg mengurus administrasi penumpang bagi melintas perbatasan. Di situ pula, petugas bus mengambil makan siang, sesuatu kotak nasi goreng udang bagi dibagikan kepada penumpang.


(Suasana memasuki negara Kamboja di perbatasan Thailand dan Kamboja, Selasa (4/4/2017). (ANTARA News/ Arindra Meodia))

Baca :  Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi Siapkan Album Religi

Melintas batas

Sesampainya di perbatasan, penumpang diwajibkan turun dari bus buat berjalan kaki ke kantor imigrasi Thailand. Anda mulai disambut dengan kantor bangunan pemerintah Thailand yg megah, beratap mirip candi berwarna emas, khas candi-candi di Thailand.

Saat berjalan menuju kantor imigrasi Thailand, Anda mulai menemukan sejumlah pedagang menawarkan makanan akan buah-buahan, manisan hingga serangga buat dimakan.

Papan-papan peringatan berwarna hijau tergantung di atas jalan menyerupai lorong, namun lebih lebar. Papan tersebut berisi peringatan buat penumpang batasan jumlah bagi membawa alkohol, rokok, cerutu atau pun tembakau keluar dari Thailand.

Ruang pemeriksaan paspor berada di lantai dua. Ruangan tersebut luas, rapi dan bersih. Terdapat sejumlah kipas angin berukuran jumbo di bagian kanan dan kiri ruangan buat menemani pengunjung yg mengantre pemeriksaan paspor.

Usai pemeriksaan paspor, berjalan sekitar 100 meter Anda mulai disambut gerbang candi yg terbuat dari batu mirip candi-candi di kompleks percandian Angkor Wat, khas Kamboja. Bendera-bendera Kamboja di kiri jalan seakan mengucap selamat tiba untuk para pengunjung yg memasuki wilayah negara Kamboja.

Setelah berjalan sekitar 200 meter Anda mulai menemukan kantor imigrasi Kamboja. Tidak perlu menaiki tangga, karena ruang pemeriksaan paspor berada di depan kantor imigrasi. Ruangan tersebut jauh lebih kecil dibanding ruang pemeriksaan paspor sebelumnya (di Thailand) dengan cuma berisi beberapa loket petugas pemeriksa.

Di depan kantor imigrasi Kamboja tersebut bus Nattakan sudah menunggu penumpang bagi melanjutkan perjalanan menuju kota Siem Reap yg yaitu pintu gerbang wilayah Angkor Wat.

Memasuki negara Kamboja mulai merasakan budaya yg berbeda. Perbedaan yg paling mencolok yg bisa Anda rasakan adalah bus berjalan di bagian kanan jalan. Ini berbeda dari Thailand, maupun Indonesia.

Baca :  Air Supply Siap Tampil Di Surabaya

Sepanjang jalan menuju Siem Reap Anda mulai ditemani hamparan tanah lapang dengan sedikit semak belukar. Senja juga menjadi teman perjalanan menuju Siem Reap.

Matahari telah benar-benar tenggelam ketika bus Nattakan sampai di kantor cabang Siem Reap. Pihak bus menawarkan tuk-tuk, kendaraan semacam bajaj khas Kamboja-Thailand, buat melanjutkan perjalanan menuju penginapan.

Editor: Fitri Supratiwi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com
Hiburan

Tags: #Hiburan

Leave a reply "Melintas Batas Thailand-Kamboja Dengan Bus"

Author: 
    author