Menerima Keterbatasan, Kunci Wanita Tunarungu Ini Raih Gelar Master

99 views

Menerima Keterbatasan, Kunci Wanita Tunarungu Ini Raih Gelar Master

Jakarta, Angkie Yudistia adalah seorang wanita tunarungu bergelar master komunikasi dan juga pelopor perusahaan Thisable Enterprise. Ia mengaku dapat berada di posisi yg sekarang dimulai dari menerima keterbatasan dirinya sendiri terlebih lalu sebagai penyandang disabilitas.

Lahir pada 5 Juni 1987, Angkie di masa kecil sebetulnya yaitu anak gadis normal yg baik-baik saja. Hanya saja seluruh berubah saat di umur 10 tahun dirinya terkena malaria.

“Saya sempat demam tinggi karena malaria. Ketika itu diberi antibiotik ternyata ada efek samping yg tak cocok,” kata Angkie saat ditemui pada peringatan Hari Pendengaran di Panti Sosial Bina Netra Cahaya Batin, Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (3/3/2017).

Baca juga: Jangan Remehkan, Pilek dan Flu Bisa Juga Sebabkan Ketulian

Efek samping obat malaria yg kuat merusak fungsi pendengarannya hingga mendadak tuli. Karena pernah merasakan hidup normal, Angkie mengaku sempat kesulitan menerima kenyataan.

Bullying pernah diterima oleh Angkie. Namun berkat dukungan keluarga yg terus mencintai dan mendorongnya agar mampu mandiri ia dapat tumbuh menjadi pribadi yg tangguh.

“Saya beruntung mendapat dukungan luar biasa sekali dari lingkungan. Orang tua aku adalah orang tua yg tak ingin memperlihatkan kesedihan pada aku sehingga aku mampu tumbuh menjadi sosok yg tangguh, merasa everything is okay enggak ada masalah,” ungkap Angkie.

“Saya diajarkan bagi bagaimana kalian jujur terhadap diri sendiri. Kalau kami mampu jujur dengan diri sendiri menerima apa adanya, maka cinta kasih di sekitar kalian mulai tumbuh dengan sendiri,” lanjutnya.

Dengan kepribadian tangguh tersebut, Angkie memilih mengeyam pendidikan tinggi di bidang ilmu komunikasi. Sesuatu yg ketika itu ia akui kontradiktif dengan kondisinya yg seorang tunarungu.

Baca :  Studi Sebut Anak Pertama Cenderung Lebih Pintar, Ini Alasannya

“Agak kontradiktif ya telah tak mampu mendengar tetapi ikut di komunikasi… Keterbatasan aku mampu membuat lebih yakin diri,” kata Angkie yg pada akhirnya berhasil menyelesaikan pendidikan S2 komunikasi.

Setelah lulus Angkie pernah dua kali menjadi karyawan perusahaan besar. Namun ia merasa masih kurang puas dan ingin menolong penyandang disabilitas yang lain agar dapat mandiri.

Pada akhirnya bersama rekan Angkie pun mendirikan Thisable Enterprise di tahun 2011. Perusahaan tersebut bergerak dibidang pendidikan dan pemberdayaan terutama buat para kaum difabel.

Baca juga: Kolaborasi Koki Tunanetra dan Asisten Autistik yg Inspiratif(fds/up)
Sumber: http://health.detik.com
Kesehatan

Tags: #Kesehatan

Leave a reply "Menerima Keterbatasan, Kunci Wanita Tunarungu Ini Raih Gelar Master"

Author: 
    author