Menyikapi Istri Yang Tidak Mau Dekat Dengan Keluarga

78 views

Menyikapi Istri yang Tidak Mau Dekat dengan Keluarga

Jakarta, Saya menikah telah sesuatu tahun dan milik anak satu. Di dalam hubungan pernikahan, seringkali aku merasa sedih dan terkadang sampai menangis. Ini disebabkan karena sampai sekarang istri aku tak mau dekat dengan keluarga dari pihak saya.

Sekadar informasi, kita tinggal tak jauh dari rumah orang tua dan mertua. Setiap kali aku ajak berkunjung ke rumah orang tua saya, terus jadi perdebatan bahkan pertengkaran. Kalau aku komunikasi dengan orang tua atau saudara aku pun istri aku segera curiga tidak menentu. Padahal kalau ke tempat mertua tak pernah ada penolakan dari saya.

Pertanyaan aku ialah:
1. Bagaimana mengatasi sifat istri aku tersebut?
2. Bagaimana caranya agar istri mau dekat dengan keluarga, terutama kepada ibu saya?
3. Bagaimana caranya agar tiap kali berdebat persoalan ini aku mampu meredam emosi saya? Terimakasih sebelumnya.

J (Laki-laki, 30 tahun)

Jawaban

Dear Bapak J,

Saya tak memiliki cukup keterangan bagi mampu memberikan masukan terhadap pertanyaan-pertanyaan Anda secara spesifik. Secara umum, permasalahan antara menantu dan mertua yaitu persoalan klasik yg terjadi di dalam pernikahan. Permasalahan ini tak jarang mendatangkan ketegangan di dalam hubungan perkawinan saat masing-masing pasangan mengalami kesulitan buat memahami hal yg terjadi di balik hubungan yg tak harmonis dengan mertua.

Kemarahan biasanya terjadi karena ada peristiwa yg membuat seseorang merasa diperlakukan tak adil. Pada perkara Anda, dapat saja ini terjadi karena Anda mampu menjalin hubungan dengan mertua, namun tak sebaliknya. Pasangan Anda, dapat saja merasakan ‘ketidakadilan’ dengan persepsi yg berbeda. Berdasarkan keterangan Anda, yg muncul dari pasangan Anda adalah kecurigaan seandainya Anda bertemu dengan keluarga Anda. Rasa curiga biasanya muncul karena adanya kekhawatiran mulai kehilangan sesuatu. Sesuatu tersebut mampu berbagai jenis bentuknya, seperti kehilangan kasih sayang, kehilangan kenyamanan, kehilangan kontrol, dsb. Sejauh yg Anda pahami, apa yg melatarbelakangi kecurigaan istri?

Baca :  Seram! Seperti Ini Risikonya Jika Melewatkan Vaksin Difteri

Cara yg paling sederhana agar tak terpancing emosi sebenarnya adalah dengan memahami diri sendiri terlebih dahulu. Apa yg membuat hubungan baik dengan keluarga Anda menjadi suatu keharusan? Apa yg mulai Anda dapatkan? Apa yg hilang seandainya hal tersebut tak terwujud? Biasanya perdebatan terjadi saat masing-masing pihak sama-sama memaksakan sudut pandangan kepada pasangan lain. Istilah umumnya, ‘pokoknya yg terjadi / dikerjakan harus sesuai dengan keinginan saya’. Situasi tersebut tentu saja membuat pertengkaran mulai semakin meruncing saat kedua belah pihak memaksakan keinginannya terhadap orang lain.

Idealnya, pemahaman terhadap diri sendiri dikerjakan bersamaan oleh kedua belah pihak. Kabar baiknya, sesuatu orang yg mau melakukan biasanya telah bisa memunculkan perubahan ke arah yg lebih baik. Jika telah bisa memahami diri sendiri, langkah selanjutnya adalah belajar bagi memahami pasangan terkait persoalan tersebut. Hindari bagi berbicara dari versi diri sendiri tentang apa yg terjadi, karena biasanya yg keluar adalah ego. Gunakan teknik bertanya buat memahami pasangan lebih lanjut.

Perdebatan dan pertengkaran tentang mertua dalam hubungan perkawinan biasanya tak serta merta muncul begitu saja. Kapan persoalan seperti ini akan muncul? Sejak sebelum menikah? Setelah menikah? Setelah memiliki anak? Setiap tahapan dalam hubungan perkawinan Anda dapat menjadi latar belakang ketegangan yg yg terjadi antara pasangan dengan mertua. Anda bisa memulai mencari tahu sudut pandang pasangan dengan memahami awal mula ketegangan yg terjadi dari sini.

Tidak segala orang mampu bercerita atau mengemukakan apa yg ia rasakan. Terkadang bukan ia tak mau, tapi karena ia juga tak mengerti. Siapkan diri Anda buat jawaban-jawaban dari pasangan yg mampu jadi tak masuk akal bagi Anda. Jika Anda berdua tak juga menemui titik temu, tak ada salahnya Anda berdua mencari pihak ketiga yg mampu menjembatani Anda berdua.

Baca :  Terapkan Pola Hidup Sehat Pada Remaja, Faktor Lingkungan Bisa Memengaruhi

Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi
Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Jl. Muhasyim VII no. 41, Cilandak, Jakarta Selatan
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
http://pranikah.org/(hrn/up)
Sumber: http://health.detik.com
Kesehatan

Tags: #Kesehatan

Leave a reply "Menyikapi Istri Yang Tidak Mau Dekat Dengan Keluarga"

Author: 
    author