Napas Jadi Berat Gara-gara Tersedak Roti, Bagaimana Mengatasinya?

132 views

Napas Jadi Berat Gara-gara Tersedak Roti, Bagaimana Mengatasinya?

Jakarta, Dok, kemarin mama aku tersedak roti dan napasnya sangat berat. Setelah muntah napasnya telah lebih normal, tapi sekarang mama aku seandainya batuk seperti merasakan roti itu masih ada yg tersangkut di tenggorokannya Dok. Adakah caranya supaya roti itu mampu hilang dari tenggorokannya? Dan apakan itu bisa mengganggu kesehatannya?

Immanuel (Pria, 18 tahun)
immanuelXXXXX@gmail.com
Tinggi 170 cm, berat 100 kg

Jawaban

Kejadian tersedak roti atau benda asing lainnya di tenggorokan tentu sangat mengganggu kesehatan, karena tenggorokan (faring) salah sesuatu organ saluran pernapasan. Kalau tenggorokan tersumbat roti, maka mampu menyumbat jalan napas, akibatnya penderita mampu kekurangan oksigen (hipoksia). Kekurangan oksigen di otak minimal selama empat menit bisa menyebabkan kerusakan otak permanen. Kemudian 4-6 menit bila otak tak menerima darah maka memerparah kerusakan otak, berlanjut ke koma, dan kematian. Kejadian tersedak harus langsung diatasi karena yaitu kegawatdaruratan medis yg membahayakan jiwa.

Manuver Heimlich yaitu solusi bagi menangani tersedak atau sensasi tercekik di tenggorokan. Urutan prosedur di dalam melakukan manuver Heimlich adalah sebagai berikut:

1. Pastikan bila seseorang itu benar-benar tersedak. Penderita benar-benar panik, kedua tangan memegangi atau mencengkeram leher (tanda khas tersedak atau sensasi tercekik), tak mampu bernapas, tak mampu berbicara, bila ditanya responsnya cuma mengangguk, wajahnya pucat, kesadaran mampu menurun hingga menghilang.

2. Tenangkan penderita dan pastikan bahwa Anda langsung menolongnya. Bila ada orang di sekitar Anda, maka mintalah tolong buat langsung menelpon ambulans, UGD, atau rumah sakit.

3. Posisikan penderita dalam posisi berdiri. Boleh juga dalam posisi duduk bila penderita sulit dikondisikan.

Baca :  Selalu Terbatuk Saat Tertawa, Sakit Apa?

4. Hindari memukul punggung penderita tersedak sebelum melakukan manuver Heimlich, karena benda asing yng menyumbat tenggorokan malah berpotensi buat turun ke trakea.

5. Berdiri di belakang penderita, dengan kaki terpisah, membentuk formasi tripod. Jagalah keseimbangan diri sendiri dan penderita, karena penderita sewaktu-waktu bisa pingsan atau tak sadarkan diri. Rangkul penderita dari belakang. Posisikan kedua tangan melingkari perut penderita. Buatlah genggaman atau kepalan dengan tangan yg dominan (boleh kanan/kiri). Pastikan ibu jari kepalan tangan berada tepat di perut penderita. Pastikan pula posisi kepalan tangan di atas pusat (udel – Jawa) penderita dan di bawah tulang dada. Genggamlah kepalan tangan ini dengan tangan yg lain, jauhkan ibu jari dari badan penderita, agar tak melukai penderita.

6. Lakukan manuver Heimlich. Caranya: tekan perut penderita ke dalam dan ke atas dengan gerakan cepat berirama dengan kekuatan yg baik. Buatlah gerakan menyerupai huruf ‘J’. Dorongan dikerjakan ke arah dalam, dulu ke atas, seolah-olah Anda mengangkat penderita hingga kakinya terangkat. Lakukan secara berurutan, cepat, disertai tenaga atau kekuatan yg cukup. Lakukan hingga benda asing yg tertelan atau yg berada di tenggorokan keluar atau dimuntahkan. Penderita mulai terbatuk-batuk yg agak mengganggu pernapasan bila manuver ini sukses. Gunakan kekuatan yg rendah bila penderitanya anak-anak. Bila penderita mendadak pingsan atau tak sadar, maka langsung hentikan manuver Heimlich. Waspadalah! Boleh jadi benda asing tak berhasil keluar atau malah menyumbat saluran pernapasan.

7. Observasi penderita, lihatlah pola napasnya, apakah telah normal atau belum. Bila benda asing berhasil dikeluarkan dari tenggorokan, maka penderita mulai bernapas secara normal. Bila belum berhasil, maka lanjutkan melakukan manuver Heimlich.

Baca :  Meski Sibuk, Ini Alasan Najwa Shihab Tetap Rutin Olahraga

8. Mintalah bantuan bila Anda belum berhasil mengeluarkan benda asing dari tenggorokan penderita. Bila penderita menjadi tak sadarkan diri, hentikan manuver Heimlich. Segeralah telepon layanan kegawatdaruratan (UGD/IGD rumah sakit), mintalah pertolongan segera. Untuk menghemat waktu, mintalah bantuan orang lain. Dampingi penderita. Lakukan bantuan hidup dasar (basic life support) berupa cardiopulmonary resuscitation (CPR). Intinya berupa C-A-B, yakni: compression, airway, dan breathing. Secara singkat mampu dijelaskan sebagai berikut:

Compression: tekanlah sekitar 2 inchi (5-6 cm) di tulang dada dewasa, 100 kali per menit bagi memastikan organ-organ vital tersuplai darah berisi oksigen.

Airway: buka jalan napas, cek adakah sumbatan jalan napas. Amati pergerakan dinding dada. Dengarkan hembusan udara dari hidung penderita.

Breathing: tegakkan atau dongakkan kepala, angkat dagu bagi memberikan udara (napas buatan). Sebelum melakukan napas buatan, pakailah tisu atau bersihkan bibir penderita terlebih dahulu. Berikan beberapa napas dan observasi kompresi dada.

Bagi mereka yg belum berpengalaman melakukan bantuan hidup dasar atau CPR, maka cukup melakukan kompresi dada hingga bantuan datang.

Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi.

Salam sehat dan sukses selalu.

Dokter Dito Anurogo, penulis 17 buku, sedang studi di S2 Ilmu Kedokteran Dasar dan Biomedis FK UGM Yogyakarta.

(hrn/vit)
Sumber: http://health.detik.com
Kesehatan

Tags: #Kesehatan

Leave a reply "Napas Jadi Berat Gara-gara Tersedak Roti, Bagaimana Mengatasinya?"

Author: 
    author