Pengguna Wajib Registrasi Kartu Seluler Mulai Oktober

41 views

Pengguna wajib registrasi kartu seluler mulai Oktober

Jakarta (ANTARA News) – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika mewajibkan baik calon pelanggan kartu seluler (kartu perdana) maupun pelanggan lama kartu seluler buat melakukan registrasi demi ketertiban dan validnya data pengguna.

Dimulai 31 Oktober 2017 hingga 28 Februari 2018 dengan memakai Nomor Induk Kependudukan (NIK) KTP Elektronik dan Nomor Kartu Keluarga.

“Yang pasti 31 Oktober dimulai, tak mampu tidak,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Ia menyampaikan registrasi kartu tersebut mulai divalidasi dengan data kependudukan yg ada di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri.

Selama ini, menurut dia, data kartu seluler tak dapat membaca data pelanggan yg sebenarnya.

Padahal program registrasi nomor tersebut sudah dikerjakan sejak 2005. Namun hasilnya masih jauh dari yg diharapkan.

Saat ini, diperkirakan ada 360 juta nomor kartu seluler beredar sementara jumlah penduduk Indonesia sekitar 260 juta. Sementara data sesuatu penduduk dengan sesuatu ponsel diperkirakan ada 170 juta.

Data kartu seluler yg tak tervalidasi membuat perilaku masyarakat juga tak berubah, dan tak mampu melihat data pelanggan sebenarnya.

“Masyarakat beli paket, selalu buang, beli paket selalu buang, tetapi kami milik lost opportunity,” katanya.

Dengan registrasi yg sudah tervalidasi, menurut dia, mulai muncul peluang tumbuhnya industri yg lebih sehat dan lebih baik seiring data pelanggan yg berkualitas.

Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, registrasi kartu seluler yg divalidasi dengan data dinas kependudukan dan catatan sipil mulai menjadikan tata kelola yg lebih tertib.

Ia memastikan, pihaknya bersiap melayani buat akses validasi data di dinas kependudukan catatan sipil. Ia menyampaikan kemampuan akses data di Kemenetrian dalam Negeri dapat melayani hingga 100 transaksi per detik, sehingga diharapkan dalam empat bulan, registrasi kartu seluler bisa selesai.

Baca :  Ilmuwan Uji Perangsangan Otak Untuk Atasi Anoreksia

Ia menambahkan, hingga ketika ini, pihaknya sudah melayani sebanyak 36 juta akses NIK dari para penyedia layanan telekomunikasi.

Direktur Jenderal Penyelenggara Pos dan Infromatika Kementerian Komunikasi dan Informatika M Ramli menyampaikan pelanggan kartu seluler yg tak melakukan registrasi mulai diberikan sanksi secara bertahap.

akan diblokir
Bila sampai dengan 28 Februari 2018 belum melakukan registrasi, maka diberi waktu 15 hari, bila tak maka mulai diblokir buat panggilan keluar dan pengiriman SMS keluar.

Kemudian 15 hari berikutnya belum mendaftar mulai diblokir tak mampu melakukan panggilan keluar maupun mengirim pesan singkat keluar. Dan terakhir, mulai diblokir segala layanan, termasuk data internet.

Sementara bagi layanan registrasi tersebut, pelanggan cukup melakukan SMS ke 4444 dengan format NIK#NomorKK# buat kartu perdana. Sedangkan pelanggan lama, maka bisa melakukan registrasi dengan format ULANG#NIK#NomorKK#. Informasi tersebut harus sesuai dengan NIK yg tertera di Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) dan KK agar proses validasi ke database Ditjen Dukcapil mampu berhasil.

Namun seandainya data yg dimasukkan calon pelanggan dan pelanggan lama tak bisa tervalidasi meski sudah memasukkan data yg sesuai dengan yg tertera pada KTP-el dan KK, maka pelanggan wajib mengisi Surat Pernyataan (sesuai lampiran pada Peraturan Menteri ini).

Surat ini menyatakan bahwa semua data yg disampaikan adalah benar, sehingga calon pelanggan dan pelanggan lama prabayar bertanggung jawab atas segala akibat hukum yg ditimbulkan dan secara berkala melakukan registrasi ulang sampai berhasil tervalidasi. Setelah proses validasi, penyelenggara jasa telekomunikasi mengaktifkan nomor pelanggan paling lambat 1×24 jam. Pelanggan mampu mengunjungi gerai-gerai layanan operator.

Ketua Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) Merza Fachys mengatakan, sebelumnya registrasi sudah dikerjakan pelanggan namun belum ada validasi dari Dukcapil, sehingga seringkali data yg dimasukkan asal-asalan. Untuk itu, melalui upaya ini maka pelanggan tak lagi mampu sembarangan memasukkan datanya.

Baca :  Gambar Kelahiran Tertua Di Dunia Ada Di Mesir

“Kita tak mampu lagi memasukkan data sembarangan karena diminta NIK dan KK yg memiliki nomor yg unik dan cuma satu. Diharapkan sampai Februari memiliki data-data yg benar-benar valid. Ini tonggak database yg dapat dipercaya,” katanya.

Sementara itu, penetapan ini diatur dalam Peraturan Menteri Kominfo Nomor 12 Tahun 2016 Tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi, yg terakhir sudah diubah dengan Peraturan Menteri Kominfo Nomor 14 Tahun 2017 Tentang Perubahan atas Peraturan Menkominfo Nomor 12 Tahun 2016 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi.

Editor: Ida Nurcahyani

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com
Teknologi

Tags: #Teknologi

Leave a reply "Pengguna Wajib Registrasi Kartu Seluler Mulai Oktober"

Author: 
    author