Penghisap Minyak Terbesar Kedua, China Pikir-pikir Larang Mobil Fosil

Penghisap minyak terbesar kedua, China pikir-pikir larang mobil fosil
Beijing (ANTARA News) – China masih mempelajari waktu yg tepat buat melarang produksi dan penjualan mobil berbahan bakar fosil, kata Wakil Menteri Industri Xin Guobin, yg meramalkan proses peralihan menuju mobil listrik yaitu “masa-masa sulit” buat produsen mobil.

China masih mempelajari pelarangan mobil berbahan bakar fosil karena mulai membawa perubahan besar dalam perkembangan industri mobil di China, sebagai negara konsumen minyak kedua terbesar di dunia setelah Amerika Serikat.

Xin Guobin tak menyebutkan secara rinci kapan China sebagai pasar mobil terbesar di dunia mulai menerapkan larangan tersebut. Namun Inggris dan Prancis melarang mobil bensin dan diesel akan 2040.

“Beberapa negara sudah menentukan waktu kapan harus menghentikan produksi dan penjualan mobil berbahan bakar tradisional,” kata Xin, Wakil Menteri Perindustrian dan Teknologi Informasi dalam sebuah acara industri otomotif di Tianjin dilansir dari Xinhua, Minggu waktu setempat.

“Kementerian juga sudah memulai penelitian yg relevan dan mulai membuat lini waktu dengan departemen terkait. Langkah tersebut tentunya mulai membawa perubahan besar untuk perkembangan industri mobil kami, “katanya.

Guna mengatasi polusi udara dan mengetatkan kompetisi antara produsen domestik dengan produsen global, China memutuskan target seperlima bagi mobil hibrida dan plug-in listrik, dari total penjualan mobil di China pada 2025.

Xin menyampaikan industri otomotif mulai menghadapi “masa-masa yg penuh gejolak” dalam dua tahun peralihan mobil listrik pada 2025. Untuk itu dia meminta produsen mobil menyesuaikan diri dengan tantangan dan strategi mereka.

Konsumen minyak terbesar

Pelarangan penjualan mobil bertenaga bensin dan diesel mulai berdampak signifikan pada permintaan minyak di China sebagai negara konsumen minyak terbesar kedua di dunia.

Baca :  Toyota Akhiri Kerja Sama Mobil Listrik Dengan Tesla

Bulan lalu, perusahaan negara China National Petroleum Corp (CNPC) menyampaikan permintaan energi di China mulai mencapai puncaknya pada 2040, lebih tinggi daripada perkiraan sebelumnya tahun 2035 karena konsumsi bahan bakar transportasi meningkat.

Song Qiuling, pejabat kementerian keuangan senior, menyampaikan pada Sabtu (9/9), subsidi pemerintah yg ditujukan buat memulai industri otomotif berenergi baru mampu disalahgunakan seandainya dikerjakan dalam jangka panjang.

Dia menyampaikan China secara bertahap mulai menarik subsidi pada sektor itu, dan mempercepat pembentukan kebijakan akumulasi kredit buat mendukung industri ini, demikian Reuters.

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © 2017

Sumber: http://otomotif.antaranews.com
Otomotif

Tags: #Otomotif

Leave a reply "Penghisap Minyak Terbesar Kedua, China Pikir-pikir Larang Mobil Fosil"

Author: 
    author