Resensi: “Star Trek Beyond”, Mempertahankan Perdamaian Galaksi

188 views

Resensi: “Star Trek Beyond”, mempertahankan perdamaian galaksi

Jakarta (ANTARA News) – Kapten James T. Kirk (Chris Pine) bersama para awak Enterprise sedang menjalani misi lima tahun perjalanan menjelajah luar angkasa. Di tengah misi penyelamatan, kapal mereka mendadak diganggu tamu tidak diundang, alien bernama Krall (Idris Elba) dan anteknya Manas (Joe Taslim) yg mengincar senjata kuno buat menyerang stasiun luar angkasa Yorktown.

Bencana tidak terduga yg merusak kapal membuat para awak terdampar di planet antah berantah bernama Altamid dalam kondisi tercerai berai.

Kapten Kirk terdampar bersama navigator Pavel Chekov (mendiang Anton Yelchin). Spock (Zachary Quinto) jatuh di tempat yang lain dengan dokter Leonard “Bones” McCoy (Karl Urban).

Sementara itu, Montgomery Scott alias Scotty (Simon Pegg) berjumpa dengan Jaylah (Sofia Boutella), perempuan tangguh misterius yg menyelamatkan nyawanya. Jaylah berjanji menolong Scotty mencari teman-temannya asalkan Scotty mau membalas budi.

Mereka berusaha agar mampu berkumpul kembali dan menyelamatkan segala kru yg disandera Krall, termasuk Letnan Nyota Uhura (Zoe Saldana) dan Letnan Hikaru Sulu (John Cho) serta memperingatkan stasiun luar angkasa Yorktown atas bahaya yg mengintai.

“Star Trek Beyond” hadir bertepatan dengan perayaan 50 tahun serial yg diciptakan Gene Roddenberry. Sekuel ketiga dari reboot yg pertama kali dibuat J.J Abrams pada 2009 ini dibesut oleh sutradara Justin Lin yg sebelumnya menggarap dua film “The Fast and the Furious”. Abrams yg menyutradarai beberapa film sebelum “Beyond” memilih Justin Lin bagi menggantikannya karena kecintaannya pada “Star Trek”.

“Saya tahu dia pasti dapat menangani adegan-adegan laga, tetapi yg paling aku suka adalah ia benar-benar mengenal karakter tersebut. Dia orang yg cocok,” kata Abrams yg kini menjadi produser.

Baca :  Kiswinar Sebut Upayanya Dapat Pengakuan Ayah Simalakama

Ketimbang beberapa film sebelumnya, jalan cerita “Beyond” paling mengingatkan pada petualangan dalam serial asli “Star Trek”.

Film pertama pada 2009 berkisah tentang proses pembentukan kru yg nantinya menjadi kelompok solid layaknya keluarga. Sekuelnya menunjukkan saat kelompok itu harus bekerja sama menghadapi ancaman baru.

Pengambilan gambar yg berlatar belakang planet Altamid dikerjakan di Vancouver, sedangkan syuting stasiun luar angkasa Yorktown yg futuristik dengan seluruh jenis spesies makhluk hidup berlokasi di Dubai. Skenario “Star Trek Beyond” yg digarap oleh Simon Pegg dan Doug Jung berisi bumbu jenaka di sela adegan penuh aksi menegangkan.

Interaksi kocak antara Spock-Bones yg karakternya berseberangan- sehingga menimbulkan adu mulut– patut dinantikan. Kepergian aktor Leonard Nimoy, pemeran Spock dalam serial asli “Star Trek” yg tutup usia pada Februari 2015, juga dikenang dalam “Star Trek Beyond”.

Di dalam skenario, Spock merasakan duka mendalam kala mendengar kabar duka bahwa “Spock Prime” (Nimoy yg menjadi kameo dalam film “Star Trek Into Darkness” yg tayang pada 2013) sudah meninggal dunia. Kesedihan yg kelihatan di kamera juga dirasakan Zachary Quinto yg berteman baik dengan almarhum Nimoy. Ini pun menjadi film terakhir Anton Yelchin yg tewas pada Juni dulu akibat insiden yg membuatnya terjepit di antara pilar bata dan mobilnya sendiri.

Karakter baru

Mengingat tahun ini adalah perayaan ke-50 tahun “Star Trek”, tim kostum dan makeup bekerja sama menciptakan 50 ras alien unik dalam “Beyond”. Termasuk Jaylah, Krall, dan tentunya Manas.

Jaylah si perempuan tangguh terinspirasi dari karakter Jennifer Lawrence dalam film “Winter Bone”. Pegg mengemukakan nama “Jaylah” akhirnya diputuskan setelah sekian lama selalu menyebut karakter itu sebagai “J-Law”.

Baca :  Anggota JKT48 Ini Pernah Bercita-cita Jadi Sailormoon

Dia dideskripsikan sebagai sosok penyendiri, membela dirinya sendiri, dan coba bertahan hidup tanpa bantuan orang lain. Idris Elba tertarik memerankan Krall karena alien itu milik latar belakang masa dulu yg rumit.

Saat pertama kali membicarakan Krall, peraih Golden Globe itu berdiskusi lewat telepon dengan sutradara selama sejam lewat mengenai filosofi si alien yg bertentangan dengan Federasi.

Elba berusaha merumuskan sosok Krall dari A-Z:  cara berbicara, gestur, keadaan fisik hingga apa yg membuatnya berada di pihak yg berseberangan dengan Federasi.

“Jika kau telah tahu kenapa, maka dia bukan lagi seorang monster. Ada alasan buat seluruh perbuatan yg dilakukannya,” kata Elba.

Aktor Indonesia Joe Taslim mendampingi Idris Elba sebagai karakter alien bernama Manas. Tawaran menjadi Manas tiba dari Justin Lin yg sebelumnya bekerja sama dengan Joe dalam “Fast & Furious 6”. Kesempatan emas itu tak disia-siakan aktor yg ingin membawa nama Indonesia ke film-film blockbuster. Selama sebulan, Joe mempelajari dialog-dialog dalam bahasa alien.

Joe diberi kebebasan buat mengatakan kalimat-kalimat tersebut, seperti nada, intonasi, hingga bagian mana yg sebaiknya dibuat parau. Setelah interpretasinya disetujui, ia harus mempraktikkannya persis seperti itu ketika pengambilan gambar.

Joe, Elba, dan Boutella sama-sama harus berakting di dalam kostum dan make up prostetik yg proses pemasangannya memakan waktu lima jam. Mereka didandani sejak dini hari sebelum syuting pagi hari dimulai.

Joel Harlow, pemenang Oscar buat Tata Rias Terbaik, kerap turun segera buat mendandaninya. Tata rias khusus ini tak berupa topeng, melainkan delapan bagian yg ditempel menutupi kepalanya. Bagian-bagian itu dirancang agar sesuai dengan struktur wajahnya, seperti rahang, tulang pipi dan mata sehingga ekspresi Manas berubah sesuai mimik Joe Taslim.

Baca :  Album Klasik Prince Kembali Ke Layanan "streaming"

Make up prostetik dan kostum Manas memiliki bobot sekitar tujuh kilogram yg bertambah berat saat Joe bersimbah keringat ketika beraksi dalam adegan laga. Ventilasi di kostum terbatas, sampai-sampai ia harus menelengkan kepala agar keringat yg membanjir bisa keluar dari lubang telinga. Terperangkap dalam kostum dan make up seperti itu selama berjam-jam sempat membuat Joe mengalami klaustrofobia sepekan pertama.

“Star Trek Beyond” akan ditayangkan pada 20 Juli 2016. Setelah “Beyond”, film “Star Trek” keempat juga sudah dipersiapkan dengan membawa kembali Chris Hemsworth sebagai George Kirk, ayah dari Kapten Kirk.

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Sumber: http://www.antaranews.com
Hiburan

Tags: #Hiburan

Leave a reply "Resensi: “Star Trek Beyond”, Mempertahankan Perdamaian Galaksi"

Author: 
    author