Saat Diare, Pastikan Asupan Nutrisi Tetap Terjaga

79 views

Saat diare, pastikan asupan nutrisi tetap terjaga

Jakarta (ANTARA News) –  Kala anak Anda mengalami diare, jangan lupa tetap pastikan asupan nutrisinya tetap terjaga, termasuk kebutuhannya pada air sehingga dehidrasi mampu terhindarkan.

“Saat diare, ibu perlu memperhatikan agar anak tak mengalami dehidrasi dan kekurangan gizi,” ujar DR. Dr. Ariani Dewi Widodo Sp.A(K) dalam siaran persnya, Selasa.

Ariani menyampaikan asupan nutrisi yg baik mampu mempercepat pemulihan fungsi usus normal, termasuk kemampuan buat mencerna dan menyerap makanan yg masuk, serta memberikan energi bagi mempercepat proses pemulihannya.

“Kepekaan orang tua terhadap kondisi anak ketika diare sangat penting, karena ketika diare, berat badan anak mulai berkurang. Oleh karena itu diperlukan asupan nutrisi yg baik ketika dan setelah diare, sehingga anak mampu mengejar pertumbuhan fisiknya,” kata Ariani.
 
Beberapa hal yg bisa orang tua lakukan ketika anak terkena diare antara yang lain khusus anak yg masih mendapat ASI, teruskan pemberiannya karena ASI adalah yg terbaik. Kemudian, cegah dehidrasi dengan memberikan larutan oralit.

Selanjutnya, konsultasikan ke tenaga medis, jagalah kebersihan tubuh dan lingkungan si kecil serta pada dua keadaan, nutrisi bebas laktosa diberikan atas rekomendasi dokter.

“Apabila anak tak mau makan dan minum, orangtua perlu mengusahakan asupan bernutrisi yg gampang diterima oleh anak. ASI dan cairan rehidrasi oral (oralit) adalah yg penting selain tambahan zink,” tutur Ariani.

Penyebab diare yg paling umum adalah infeksi pada usus yg disebabkan oleh virus, bakteri atau parasit. Namun, penyebab terbanyak diare pada anak adalah Rotavirus.

Penelitian menemukan bahwa sebagian (30 persen) anak Indonesia yg mengalami diare karena Rotavirus juga mengalami intoleransi laktosa.   

Baca :  Hari Terakhir IIMS, IBF, JFFF Hingga Festival Palang Pintu

Penelitian di negara yang lain bahkan mendapatkan angka kejadian intoleransi laktosa yg lebih tinggi, yakni sekitar 67 persen pada diare karena Rotavirus dan 49 persen pada diare non-Rotavirus.

Pada ketika diare terutama oleh Rotavirus, terjadi kerusakan jonjot usus, sehingga produksi dua enzim di jonjot usus yg berguna buat proses pencernaan nutrisi, di antaranya enzim laktase, mulai berkurang.

Enzim laktase berguna buat mencerna gula alami (laktosa) yg terdapat pada susu. Laktosa yg tak tercerna akhirnya tak mampu diserap sehingga menyebabkan diare semakin berat, kembung, dan tinja yg berbau asam.  Kondisi ini disebut sebagai intoleransi laktosa.  
 

Editor: Gilang Galiartha

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com
Hiburan

Tags: #Hiburan

Leave a reply "Saat Diare, Pastikan Asupan Nutrisi Tetap Terjaga"

Author: 
    author