Saat Hidangan Indonesia Naik Derajat

81 views

Saat Hidangan Indonesia Naik Derajat

Jakarta, KOMPAS.com – Ragil Imam Wibowo dengan perlahan menempatkan sepotong daging kambing di piring lebar. Bagai seorang ilmuwan, Ragil kemudian mengambil bahan makanan yang lain memakai pinset, tidak lupa daging kelapa muda berbentuk spiral. Ia menaruh bahan-bahan tersebut dengan sangat hati-hati.

Saus dari botol dibentuk garis dan titik-titik, menghasilkan konfigurasi yg apik di piring. Dengan mata penuh selidik ia melihat presentasi makanan yg baru saja dibuatnya. Senyumnya kemudian mekar, sang koki sumringah melihat hasil kerjanya. Sayur babanci dalam presentasi kontemporer yg membuat siapapun tidak tega menyantapnya. Sayur babanci itu tampak karena begitu cantik!

BACA: Koki Indonesia Bergerilya di Luar Negeri Kenalkan Kuliner Nusantara

Pria berkaca mata itu adalah founder sekaligus koki dari Nusa Indonesian Gastronomy. Wajahnya memang tidak asing karena kadang tampil di televisi. Tahun 2016, Ragil mewujudkan idenya buat menyajikan kekayaan kuliner Indonesia.

“Setelah banyak keliling Indonesia pergi ke daerah terpencil, aku melihat banyak sekali bahan makanan Indonesia terbengkalai, tidak ada yg menggunakan selain daerah tersebut. Saya merasa harus ada tempat yg mampu menyajikan bahan makanan Indonesia semua. Tercetuslah ide tersebut. An edible story of Indonesia,” kata Ragil ketika ditemui di Nusa Indonesia Gastronomy, Kemang, Rabu (25/1/2017).

Kompas.com/Lulu Cinantya Mahendra Tampilan kue klepon di Nusa Indonesian Gastronomy.

Kekinian adalah kunci Ragil bagi mengolah makanan Indonesia yg kurang populer menjadi menarik untuk banyak orang. Tak cuma buat orang Indonesia, para ekspatriat juga menjadi sasaran Ragil bagi mengenalkan makanan khas dari pelosok daerah Indonesia. 

Sebut saja sayur babanci, sayuran asli Betawi yg kini kian langka dijual di pasaran. Ada juga sie kameng, yakni gulai kambing khas Aceh yg terdiri dari 24 bumbu dan rempah. Ada lagi naniura, hidangan khas dari Tanah Batak yg memakai andaliman, tanaman langka yg tumbuh dekat Danu Toba. 

Baca :  Harapan Gubernur Bali Terkait Kedatangan Raja Arab Saudi

“Saat menghidangkan makanan, kalian mulai menceritakan yang berasal makanan ini dengan bahan makanannya,” kata Ragil.

BACA: Mencintai Negeri Ini Dimulai dari Kuliner Nusantara

Benar saja. Pengalaman KompasTravel bersantap malam di Nusa Indonesian Gastronomy, pramusaji mulai mengisahkan secara rinci kisah dari setiap makanan yg dihidangkan. 

Di meja sebelah tampak sekelompok ekspatriat begitu antusias mendengarkan kisah makanan yg diceritakan oleh pramusaji dalam bahasa Inggris. Mereka kemudian memotret piring makanan yg disajikan di hadapan mereka. 

Rasa masakan yg disajikan sendiri tidak perlu ditanya. Tatanan yg cantik sama sekali tidak mengurangi rasa dari bumbu atau rempah. Malahan ada banyak kejutan tekstur seperti kerak telur dalam bentuk busa atau sayur babanci kering tanpa kuah. 

Kompas.com/Lulu Cinantya Mahendra Nusa Indonesian Gastronomy di Jalan Kemang, Jakarta.

Selain makanan di Nusa Indonesian Gastronomy yg memiliki kisah, bangunan yg ditempati oleh restoran ini sebenarnya juga memiliki sejarah. Nusa Indonesian Gastronomy menempati bangunan tua, ‘Batavia Huis’ yg dibangun tahun 1922. Tahun 1993, bangunan yg sebenarnya berada di depan Pasar Cikini ini dipindah ke Kemang.

Untuk bersantap di Nusa Indonesian Gastronomy, tamu mulai dikenakan biaya Rp 550.000++ bagi lima hidangan, dan Rp 850.000++ bagi delapan hidangan yg terdiri dari minuman selamat datang, hidangan pembuka, hidangan utama, serta hidangan penutup didampingi minuman teh atau kopi.

BACA: Mengenalkan Cita Rasa Kuliner Nusantara di Negeri Sakura

Harga yg tinggi setimpal dengan hidangan, kisah, dan atmosfer yg disajikan. Pemesanan tempat lewat telepon adalah cara terbaik sebelum berkunjung ke Nusa Indonesian Gastronomy karena tempat duduknya yg terbatas. Hanya tersedia 36 kursi setiap malam.

Saat makanan penutup tiba, tidak lama Ragil kelihatan tiba menemui para tamu di restorannya. Para tamu tampak tersenyum, Ragil pun balas tersenyum lebar. Kemudian Ragil berjalan ke arah aku yg telah tersenyum sejak hidangan pertama disajikan.

Kompas Video Mamam Yuk!: Menikmati Kuliner “Fine Dining” Indonesia di Restoran NUSA

Sumber: http://travel.kompas.com
Wisata

Tags: #Wisata

Leave a reply "Saat Hidangan Indonesia Naik Derajat"

Author: 
    author