Saatnya Wisata Di Museum Gajah, Belajar Sejarah Sambil Berburu Pokemon

128 views

Saatnya Wisata di Museum Gajah, Belajar Sejarah Sambil Berburu Pokemon

JAKARTA, KOMPAS.com – Pada ketika weekend seperti ini tak ada salahnya buat Anda pecinta Pokemon Go bagi menangkap Pokemon sambil berwisata, seperti ke Museum Nasional Indonesia atau akrab disebut Museum Gajah.

Anda mampu mencari Pokestops dan Pokemon di Museum Nasional Indonesia sambil tidak mengurangi pengetahuan tentang peninggalan dan sejarah yg pernah terjadi di Indonesia. Di area yg memiliki luas kurang lebih 26.500 meter persegi ini, Anda dapat menemukan lebih dari 20 Pokestops yg menyimpan Pokeball dan telur Pokemon.

Seperti dikutip dari KompasTekno, Selasa (12/7/2016), akun Twitter Museum Nasional Indonesia (@MuseumNasional) ikut meramaikan linimasa dengan membahas Pokemon Go. Akun tersebut mengajak netizenberburu Pokemon di museum yg juga disebut Museum Gajah itu.

Ajakan @MuseumNasional disertai screenshot antarmuka Pokemon Go yg menunjukkan banyak Pokestop. Diketahui, Pokestop yaitu tempat-tempat strategis buat mengumpulkan Pokeball atau menangkap Pokemon.

“Mudah-mudahan ini awal yg baik. Pokemon Go cuma sarana saja bagi menarik orang-orang kes ini, kami manfaatkan sekalian mengenalkan Museum Nasional,” ujar Kepala Humas Museum Nasional Indonesia Dedah Rufaedah Sri Handari ketika ditemui KompasTravel , Sabtu (16/7/2016).

Nah, mari kami buktikan apakah ada banyak Pokestop di museum yg berlokasi di Jalan Medan Merdeka Barat Nomor 12, Jakarta Pusat?

KOMPAS.COM/YOSIA MARGARETTA Patung tersebut adalah patung Bhairawa Buddha yg yaitu patung Dewa Siwa dalam raut wajah menyeramkan atau marah. Ditemukan pada tahun 1937 dengan kondisi kaki kanan patung tersebut cacat karena diduga sebelum ditemukan, warga memakai batu tersebut bagi asahan

Saat Anda memasuki Museum Nasional Indonesia, Anda mulai menemukan Pokestops di depan patung yg memiliki tinggi 4,41 meter. Patung tersebut adalah patung Bhairawa Buddha yg yaitu patung Dewa Siwa dalam raut wajah menyeramkan atau marah. Ditemukan pada tahun 1937 dengan kondisi kaki kanan patung tersebut cacat karena diduga sebelum ditemukan, warga memakai batu tersebut bagi asahan.

Baca :  Uniknya Pemakaman Trunyan, Jenazah Hanya Diletakkan Di Atas Tanah

Lalu dua langkah kemudian Anda mulai menemukan 5 Pokestops di taman arkeologi. Di atas taman yg berumput hijau ini terdapat lebih dari 10 arca dan lumpang kuno (yoni). Seperti salah satunya adalah arca Nandiswara yg berada di tengah taman dengan berbentuk sapi.

Berikutnya Anda mampu memasuki ruang pra sejarah yg berisikan peninggalan-peninggalaan pada jaman pra sejarah. Selain itu, selanjutnya adalah ruang etnografi yg menampilkan miniatur dari rumah-rumah adat di Indonesia pada zaman dahulu.

yaitu patung nenek moyang dari Maluku. Patung ini terletak di ruangan yg menyimpan peninggalan-peninggalan dari timur Indonesia.

Setelah Anda keluar dari ruang etnografi, Anda mampu menemukan Pokestops yg terletak di ruang etnografi tepatnya di patung nenek moyang dari masyarakat Maluku. Patung ini terletak di ruangan yg menyimpan peninggalan-peninggalan dari timur Indonesia.

KOMPAS.COM/YOSIA MARGARETTA Prasasti ini yaitu peninggalan Kerajaan Tarumaneara. Prasasti yg berasal dari Bogor ini ditemukan pada abad ke-5 masehi.

Di lantai 2 Anda dapat menemukan Raticate CP 94 tepatnya di depan replika prasasti Ciaruteun. Prasasti ini yaitu peninggalan Kerajaan Tarumaneara. Prasasti yg berasal dari Bogor ini ditemukan pada abad ke-5 masehi.

Selain itu Anda juga dapat mendapatkan Doduo CP 31, 33, dan 78 di lantai 2. Salah satunya adalah Doduo yg berada di depan Senapan Api Panjang “Setengga”. Senjata api yg memiliki panjang kurang lebih 1 meter ini yaitu peninggalan dari Sumatera Barat.

Di lantai 3, Anda mampu menemukan Pidgey CP 10 dan 23 serta Ratata CP 53 di depan replika batu gajah yg yaitu peninggalan pada jaman pra sejarah. Batu dengan ukiran gajah yg tergolong besar ini yaitu peninggalan dari Sumatera Selatan.

KOMPAS.COM/YOSIA MARGARETTA Koleksi yg berasal dari Sulawesi Selatan ini menunjukan bahwa lalu masyarakat suku Bajo lebih tidak jarang tinggal di laut.

Pokemon dengan type grass/poison, Bulbasaur CP 66 ini mampu Anda temukan di lantai 3 tepatnya di depan koleksi perahu suku Bajo. Koleksi yg berasal dari Sulawesi Selatan ini menunjukan bahwa dahulu masyarakat suku Bajo lebih tidak jarang tinggal di laut.

Baca :  Restoran Samwon Express Kini Hadir Di Bengkulu

Tiket masuk Museum Nasional Indonesia adalah Rp 2.000 bagi anak-anak dan Rp 5.000 buat dewasa. Anda mampu mengunjungi setiap hari Selasa – Jumat pada jam 8.00 – 16.00 WIB dan Sabtu – Minggu pada jam 8.00 – 17.00 WIB.

Sumber: http://travel.kompas.com
Wisata

Tags: #Wisata

Leave a reply "Saatnya Wisata Di Museum Gajah, Belajar Sejarah Sambil Berburu Pokemon"

Author: 
    author