Sapardi Djoko Damono Dan Takhayul Angka 7

91 views

Sapardi Djoko Damono dan takhayul angka 7

Jakarta (ANTARA News) – Penyair Sapardi Djoko Damono mengaku tak yakin takhayul mengenai angka 7 yg dianggap angka keberuntungan. 
Namun, Sapardi berseloroh orang-orang di sekitarnya justru mempercayai hal tersebut hingga akhirnya ia diminta launching tujuh buku baru bertepatan dengan ulang tahun yg ke-77.
“Saya enggak percaya, tetapi anak-anak muda yakin angka 7 bagus, makanya mau bikin tujuh buku. Takhayul banget,” canda Sapardi dalam perayaan ulang tahunnya di Bentara Budaya Jakarta, Rabu (22/3) malam.
Tujuh buku yg diluncurkan pensiunan Guru Besar UI ini berupa enam buku puisi Ada Berita Apa Hari Ini, Den Sastro?, Ayat-ayat Api, Duka-Mu Abadi, Kolam, Namaku Sita, Sutradara itu Menghapus Dialog Kita, dan novel Pingkan Melipat Jarak, yg yaitu novel kedua dari trilogi Hujan Bulan Juni.
(Baca juga: Sapardi Djoko Damono: jangan menulis kalau sedang jatuh cinta)
Perayaan ulang tahun Sapardi juga dimeriahkan dengan pembacaan puisinya oleh Goenawan Mohamad, Joko Pinurbo, Tina Talisa, Iwan Setyawan, Ni Made Purnama Sari dan Cynthia Hariadi.
“Antara Sapardi dan Puisi ada asosiasi, Sapardi adalah penyair paling dikenal dan dicintai,” kata Goenawan Mohamad yg membuka acara tersebut.
Iwan Setyawan yg menulis 9 Summers 10 Autumns membacakan puisi New York 1971 karya peraih SEA-WRITE AWARD dari Thailand pada 1986 itu.
Iwan mengaku jatuh cinta pada puisi sejak sekolah dasar berkat karya Sapardi. Ia sampai memasukkan salah sesuatu puisi Sapardi dalam bukunya.
“Puisi New York ini segera merasuk jiwa karena menggambarkan betapa meriahnya New York, betapa sepi New York, betapa mampu menghimpit, dapat penuh cinta dan penuh dusta,” kata pria yg pernah menetap di kota tersebut.
(Baca juga: Sapardi Djoko Damono: “Saya mulai menulis sampai mati”)
Tina Talisa mengaku membaca puisi jauh lebih menantang ketimbang membawakan acara di televisi.
“Lebih baik aku siaran lama-lama, siaran buat rekor MURI 41 jam dibandingkan baca puisi,” Tina mengungkapkan kegugupannya sebelum membacakan Perahu Kertas.
Pria kelahiran 20 Maret 1940 ini sudah menerbitkan sejumlah buku puisi, esai, fiksi, dan drama asli dan terjemahan, sejak 1969. Penghargaan atas pencapaian selama ini sudah diterimanya dari Freedom Institute (2003), Akademi Jakarta (2012), dan Habibie Award (2016).
Dia juga pernah menerima Cultural Award (Australia, 1978), Anugerah Puisi Putera (Malaysia, 1984), dan SEA-WRITE Award (Thailand, 1988).
Salah sesuatu buku puisi karyanya yg paling terkenal, Hujan Bulan Juni, sampai kini telah dicetak ulang sembilan kali sejak diterbitkan ulang pada 2013 silam.

Editor: Tasrief Tarmizi

Baca :  Garth Brooks Berjaya Pada Country Music Awards, Beyonce Memukau

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com
Hiburan

Tags: #Hiburan

Leave a reply "Sapardi Djoko Damono Dan Takhayul Angka 7"

Author: 
    author