Studi: Kelamaan Nonton TV Bisa Jadi Pembunuh Perlahan

43 views

Studi: Kelamaan Nonton TV Bisa Jadi Pembunuh Perlahan

Jakarta, Menghabiskan waktu di akhir minggu dengan berleha-leha duduk sambil menonton televisi adalah hal yg didamba-dambakan setiap orang yg setiap harinya disibukkan dengan aktivitas berat.

Tetapi kebiasaan ini perlu diwaspadai. Dilansir New York Post, Sabtu (23/9/2017), sebuah penelitian di Australia yg dipublikasikan di jurnal Medicine & Science in Sports & Exercise menemukan bahwa setiap jam menonton televisi dikaitkan dengan peningkatan 12 persen terkena risiko kematian karena inflamasi atau peradangan.

Penelitian ini melibatkan lebih dari 8.900 orang dewasa yg dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan kebiasaan waktu menonton televisi, merupakan kurang dari beberapa jam, beberapa sampai empat jam, dan lebih dari empat jam.

Dengan meneliti bertahun-tahun, para peneliti menemukan ada 909 orang meninggal dunia. Sebanyak 130 orang di antaranya disebabkan oleh inflamasi, seperti peradangan di sistem pernapasan.

Baca juga: Keseringan Duduk di Depan TV, Awas Sering Jatuh di Usia Senja

Peneliti utama, dr Megan Grace memperlihatkan bahwa risiko terkena kematian akibat inflamasi sebesar 54 persen terjadi pada orang yg menonton televisi antara beberapa sampai empat jam sehari. Dan orang yg menonton televisi lebih dari empat jam sehari risiko kematiannya beberapa kali lipat.

“Waktu menonton televisi dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian akibat inflamasi. Ini konsisten dengan hipotesis bahwa menonton televisi tinggi mungkin terkait dengan kondisi peradangan kronis,” ujar dr Grace.

Peradangan di tubuh adalah respons normal dimana bahan kimia dilepaskan ke dalam darah sebagai respon terhadap kejadian berbahaya bagi menolong pemulihan.

dr Grace juga menyampaikan saat sistem kekebalan tubuh merasakan bahaya seperti stres atau infeksi, mereka merespons dengan mengaktifkan protein yg dimaksudkan buat melindungi sel dan jaringan. Namun, peradangan dapat menjadi berbahaya seandainya bahan kimia ini berkeliaran dalam waktu lama sehingga menyebabkan penyakit.

Baca :  Kisah Nancy, Segera Naik Gunung Kilimanjaro Pasca Pulih Dari Kanker

“Orang harus berusaha bagi duduk lebih sedikit dan bergerak lebih banyak sepanjang hari mereka karena kalian yakin ada manfaat kesehatan,” tutup dr Grace.

Baca juga: Waspada! Kelamaan Duduk di Sofa Bisa Picu Sakit Punggung

(wdw/up)
Sumber: http://health.detik.com
Kesehatan

Tags: #Kesehatan

Leave a reply "Studi: Kelamaan Nonton TV Bisa Jadi Pembunuh Perlahan"

Author: 
    author