Suami Istri Yang Depresi Karena Dipecat Dari Pekerjaan

51 views

Suami Istri yang Depresi karena Dipecat dari Pekerjaan

Jakarta, Mbak, aku telah memiliki tiga anak. Namun keadaan finansial aku dan suami benar-benar sedang diuji, di mana aku baru saja dipecat dan suami aku juga. Saya bingung mau bagaimana lagi. Hidup aku sehari-hari ini cuma mengandalkan uang pesangon yg diberikan dan jumlahnya juga tak terlalu banyak. Saya banyak mendapat tekanan dari keluarga bagi mencari pekerjaan. Tapi menurut aku keadaan psikis aku sedang tak baik sehingga aku gampang marah seandainya diberi tahu. Terimakasih Mbak.

S (Perempuan, 39 tahun)

Jawaban:

Dear Ibu S,

Kebingungan dan kemarahan yg Ibu rasakan wajar sekali bagi dialami pada situasi tersebut. Rasa yg dialami saat kehilangan pekerjaan biasanya serupa dengan rasa yg dialami ketika kami kehilangan cinta atau kehilangan apapun yg pernah kami miliki. Pada situasi ini, memang wajar seseorang mengalami badai emosi, meski yg banyak muncul adalah penyangkalan, kesedihan, kecemasan dan kemarahan. Emosi-emosi ini yaitu bagian dari proses penerimaan saat seseorang mengalami kehilangan. Yang perlu diwaspadai justru saat Anda tak merasakan apa-apa.

Saya memahami seandainya Anda merasa marah karena tekanan dari keluarga. Tanpa diingatkan oleh keluarga pun, Anda dan pasangan tentu telah mengetahui bahwa paling tak salah sesuatu dari Anda berdua perlu memulai mencari pekerjaan buat membiayai keluarga, yg telah menjadi tekanan tersendiri. Tekanan dari keluarga seakan malah jadi tidak mengurangi tekanan yg telah ada.

Dalam situasi seperti ini, tak cuma keadaan finansial Anda yg diuji. Kualitas hubungan dalam keluarga juga menjadi ujian buat melewati situasi sulit. Tidak jarang persoalan finansial memunculkan masalah-masalah atau ketegangan di dalam keluarga. Jika Anda dan pasangan memiliki hubungan yg kuat, Anda berdua dapat saling menguatkan dan fokus pada prioritas penggunaan budget dan saling menyesuaikan dengan keadaan yg ada.

Baca :  Umur 1 Tahun Kok Belum Tumbuh Gigi, Normalkah?

Jika keluarga menekan Anda buat langsung memiliki pekerjaan, bagaimana seandainya hal tersebut dikembalikan kepada keluarga? Minta bantuan dari keluarga tentang apa yg dapat mereka berikan bagi menolong Anda. Bantuan tak harus terus dalam bentuk uang, namun mampu juga dukungan lain, seperti mencarikan lowongan pekerjaan (tidak cuma menyuruh namun menolong mencarikan).

Tetap pertahankan komunikasi dengan pasangan. Saat ini, mampu jadi pasangan adalah orang yg paling mengerti apa yg Anda rasakan. Diskusikan apa yg perlu dikerjakan terlebih lalu ke depannya bagi mengatasi persoalan yg ada. Misalnya, mengevaluasi harta yg dimiliki dan mana yg benar-benar dibutuhkan atau ada yg memang sebenarnya tak dibutuhkan dan mampu menjadi salah sesuatu dana tambahan di situasi krisis ini.

Merasakan emosi-emosi yg Anda rasakan ketika ini memang penting. Perlu diingat bahwa emosi-emosi ini juga dapat membahayakan saat tak dapat dikelola dan muncul dalam periode lebih dari 6 (enam) bulan. Misalnya, yg Anda rasakan telah bukan sekedar marah tetapi mengamuk, Anda telah tak dapat berfungsi buat melakukan kegiatan sehari-hari dan tak ada keinginan mewarat diri.

Waspadai juga saat tekanan telah memunculkan gejala-gejala fisik seperti sakit kepala, sakit dada dan (menyerupai) serangan panik. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan yg gampang Anda akses ketika ini.

Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi
Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Jl. Muhasyim VII no. 41, Cilandak, Jakarta Selatan
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
https://pranikah.org/(hrn/fds)
Sumber: http://health.detik.com
Kesehatan

Tags: #Kesehatan

Leave a reply "Suami Istri Yang Depresi Karena Dipecat Dari Pekerjaan"

Author: 
    author