Sudah Siap Nikah, Sudah Pasti Pasutri Siap Punya Anak?

118 views

Sudah Siap Nikah, Sudah Pasti Pasutri Siap Punya Anak?

Jakarta, Pertanyaan telah milik momongan atau belum kerap didengar pasangan suami istri (pasutri) yg baru menikah. Padahal, nyatanya ada pula pasutri yg belum bersiap memiliki momongan.

Hal ini dialami salah satunya oleh pembaca detikHealth bernama Rais (26). Ia mengaku di awal-awal pernikahan, belum bersiap milik anak meskipun sang istri telah mendambakan kehadiran buah hati. Rais beralasan orang tua pastinya harus bertanggung jawab pada sang anak. Nah, menurutnya membesarkan anak di zaman sekarang lebih repot.

“Sekarang kan zaman serba digital, akses keterangan mudah, didapat, selalu adanya kasus-kasus paedofil dan kekerasan seks pada anak bikin aku parno juga,” kata pria yg menikah di bulan Juli 2016.

Namun, 3 bulan setelah menikah, pemikiran Rais berubah. Keinginan bagi memiliki anak muncul, terlebih Rais kerap melihat teman sebayanya yg telah memiliki anak jadi lebih happy.

Lain Rais, yang lain pula yg dialami Tissa. Pembaca detikHealth yg berprofesi sebagai guru ini sejak awal menikah telah bersiap memiliki momongan. Bahkan sebelum menikah, ia dan suaminya telah sepakat buat tak menunda memiliki momongan.

“Karena usia aku dan suami telah di atas 30 tahun jadi ya memang kepengen banget milik anak. Alhamdulillah dua bulan setelah menikah aku hamil,” kata ibu sesuatu anak ini.

Baca juga: Survei Ini Ungkap Hal yg Paling Ditakutkan Suami dan Istri Saat Bercinta

Terkait hal ini, apakah orang yg bersiap menikah telah pasti bersiap milik anak? “Belum tentu, karena menikah dan milik anak adalah beberapa hal yg berbeda,” tegas psikolog klinis dewasa dari Tiga Generasi Sri Juwita Kusumawarhdani MPsi., Psikolog.

Baca :  Flek Paru, Mungkinkah Kambuh Kembali?

Wanita yg akrab disapa Wita ini menuturkan menikah idealnya melibatkan beberapa orang dewasa yg bisa saling mengurus, saling bertanggung jawab, dan saling bertoleransi. Sedangkan, menjadi orangtua artinya kalian dituntut bagi menjadi pihak yg mengurus, merawat, serta melindungi bayi yg ‘lemah’.

Sehingga, Wita menegaskan bahwa tak seluruh orang bersiap buat mengemban tanggung jawab sebesar itu (memiliki anak-red). Nah, di luar faktor finansial, terkadang ditemui seseorang yg telah sangat bersiap menikah tetapi kemudian, dia menunda buat memiliki anak.

Menanggapi hal ini, menurut Wita menikah saja telah membutuhkan adaptasi yg besar dan adaptasinya mulai dikerjakan oleh beberapa orang dewasa. Nah, saat memiliki anak, cuma orang tua yg perlu beradaptasi dengan kehadiran si anak sehingga membutuhkan energi yg lebih besar lagi dan tak seluruh orang bersiap buat menghadapi perubahan sebesar misalnya perubahan prioritas finansial atau waktu luang.

Kemungkinan yang lain situasi tersebut terjadi, mampu saja pasutri masih memiliki rencana atau prioritas yang lain seperti proyek yg harus ditangani atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yg lebih tinggi. Dalam situasi seperti ini, Wita mengibaratkan pasangan mungkin mampu berkompromi dengan kesibukan kita. Tapi anak, ia tak dapat melakukannya karena ia belum bisa berkompromi.

“Kita sebaiknya tak menghakimi prioritas pasangan yg memang belum ingin memiliki anak, karena tentunya mereka telah memiliki pertimbangan sendiri terhadap hal tersebut. Fokus saja pada diri dan keluarga sendiri. Apalagi di masyarakat kami tidak jarang sekali dijumpai seseorang yg sangat ingin mengurusi dan menghakimi orang lain,” papar wanita yg juga praktik di Klinik Psikologi Terapan UI ini.

Baca juga: Ini Lho Pentingnya Jika Suami Dapat Cuti Saat Istri Melahirkan(rdn/vit)
Sumber: http://health.detik.com
Kesehatan

Tags: #Kesehatan

Leave a reply "Sudah Siap Nikah, Sudah Pasti Pasutri Siap Punya Anak?"

Author: 
    author