Terlalu Mengidolakan Superhero, Anak Bisa Jadi Lebih Agresif

81 views

Terlalu Mengidolakan Superhero, Anak Bisa Jadi Lebih Agresif

Jakarta, Tokoh superhero seperti Superman, Batman dan Spiderman kerap kali jadi idola anak-anak, terutama anak laki-laki. Sosok para superhero yg kuat, tangguh dan terus membela yg lemah yaitu kepribadian yg diharapkan orang tua dapat dicontoh oleh anak-anak.

Namun menurut Sarah M. Coyne, pakar psikologi anak dari Brigham Young University, anak-anak mengidolakan superhero dengan nilai yg berbeda dari yg diharapkan orang tua. Bukannya membela yg lemah, anak malah lebih rentan memiliki perilaku agresif.

“Anak balita yg mengidolakan superhero mendapat respons positif dari orang tua, dengan harapan mereka mampu lebih baik kepada teman sebaya. Namun studi kalian membuktikan sebaliknya. Mengidoalakan superhero membuat anak lebih rentan menjadi agresif,” tutur Coyne, dikutip dari EurekAlert!.

Baca juga: Ketika Sailor Moon Turun Tangan Perangi Infeksi Menular Seksual

Dalam studi yg dipublikasikan Journal of Abnormal Child Psychology, Coyne melakukan studi kepada 240 anak yg mengidolakan superhero. Mereka dulu diwawancara buat menegtahui tingkat pengidolaan dengan superhero tersebut.

Setelah itu, peneliti melakukan survei kepada orang tua terkait perilaku anak. Hasil survei tadi dahulu dianalisis dan dibandingkan dengan tingkat pengidolaan anak terhadap superhero tersebut.

Hasil studi menyebut 20 persen anak mengidentifikasikan superhero mereka dengan kekerasan. ‘Ia besar dan dapat memukul’ serta ‘Ia menghancurkan musuh saat marah’ yaitu beberapa jawaban paling populer.

Sekitar 70 persen lainnya mengidentifikasikan superhero dengan lebih kalem. ‘Ia mampu terbang’ dan ‘Jubah dan kostumnye keren’ yaitu jawaban yg rata-rata diberikan oleh partisipan.

Coyne menjelaskan bahwa meskipun studi menyebut anak lebih rentan agresif karena mengidolakan superhero, bukan berarti orang tua harus melarang. Boleh-boleh saja anak dibelikan mainan atau baju superhero idolanya, namun pastikan anak juga mendapat pilihan aktivitas yang lain yg beragam.

Baca :  Ada-ada Saja, Wanita Ini Manfaatkan Wine Agar Olahraga Jadi Lebih Fun

“Menyenangi dan mengidolakan berbeda. Jangan larang anak ketika ia menirukan gerakan superhero yg memukul lawannya. Hanya saja, berikan penjelasan bahwa memukul bukanlah perbuatan yg baik dan tak boleh dikerjakan kepada teman atau orang lain,” tutur Coyne.

Baca juga: Pentingnya Pendampingan Orang Tua Saat si Kecil Idolakan Sosok Superhero(mrs/vit)
Sumber: http://health.detik.com
Kesehatan

Tags: #Kesehatan

Leave a reply "Terlalu Mengidolakan Superhero, Anak Bisa Jadi Lebih Agresif"

Author: 
    author