Ternyata, Ini Penyebab AC Rumah “Loyo”!

161 views

Ternyata, Ini Penyebab AC Rumah “Loyo”!


KOMPAS.com
– Tinggal di kota besar berudara panas tidak jadi masalah, karena kamar telah dipasangi air conditioner (AC). Tidur pun lebih nyenyak, bebas keringat dan serangga.

Eh, baru dua bulan, udara yg dikeluarkan AC tidak berasa dingin lagi. Malah, angin AC tidak jauh berbeda dengan kipas angin. Aduh, apa yg salah?

Karena masih seumur jagung, seharusnya tidak ada persoalan berarti pada komponen AC. Penyebabnya dapat jadi kapasitas AC tak sesuai dengan situasi dan keadaan kamar. Atau, instalasi AC kurang cermat dilakukan.

Jika keadaan AC masih prima tetapi udara yg dihasilkan kurang dingin, mungkin ada kebocoran pada pipa atau ketika awal pemasangan. Ingat, komponen yg mesti diperhatikan bukanlah AC semata, melainkan juga pipa pada unit indoor dan outdoor.

Kadang pipa AC harus dibengkokkan di sana sini agar mampu terpasang pas dalam tembok atau pada dinding. Hati-hati, seandainya dipasang asal-asalan, pipa dapat retak halus sehingga tidak terdeteksi langsung. Tahu-tahu, kebocoran pipa makin lebar sampai udara AC tidak dingin lagi.

Ukuran

Udara AC kurang dingin mampu pula disebabkan kapasitas yg tidak sesuai kebutuhan. Kapasitas AC diukur dengan besaran paard kracht (PK).

Saat membeli, penjual biasa menawarkan ragam ukuran AC, akan dari ½ PK , 1 PK, 1,5 PK, dan seterusnya. Semakin tinggi angka dan ukuran AC, makin besar kapasitasnya.

Nah, ukuran mana yg cocok dengan keadaan kamar Anda?

Jika ukuran PK terlalu kecil, kemungkinan kamar jadi kurang dingin dan pemakaian daya lebih boros. Sebaliknya, PK terlalu besar dapat membuat ruangan telalu dingin, listrik juga sama mahalnya. Ukuran PK harus pas dengan kebutuhan pendinginan agar udara tetap sejuk, AC lebih awet, dan pemakaian listrik stabil.

www.houzz.com Membuka pintu di ruang ber-AC mulai membuat temperatur cepat naik.

Untuk kamar berukuran rata-rata 3 x 3 meter, AC ½ PK mungkin telah mencukupi kebutuhan. Kalau ruangan lebih luas dari itu, tentu dibutuhkan AC dengan PK lebih besar.

Baca :  Bersama Bayi Max, Zuckerberg Komentari Trump Jadi Presiden AS

Selain soal luas, keadaan kamar patut dipertimbangkan pula. Walau ukuran sama, seandainya ruangan menghadap cahaya matahari segera atau berada di lantai atas, suhu pun mulai makin tinggi. Karena itu, kapasitas AC dapat jadi harus lebih besar.

Jumlah orang dalam ruang ber-AC turut mempengaruhi suhu. Semakin banyak orang dalam ruangan, semakin bertambah hawa panas yg perlu didinginkan AC.

Inverter

Pada AC konvensional—walau PK telah sesuai kebutuhan—perubahan suhu kamar masih kadang terasa ekstrem. Siang hari sering kurang dingin, sedangkan malam hari suhu kamar dapat membuat tubuh menggigil. Mematikan AC dini hari kerap tidak mampu dihindari.

Masalahnya, terlalu kadang mematikan dan menyalakan AC membuat kompresor cepat aus. AC jadi tidak awet dan kualitas pendinginan menurun.

Sebagai solusi, teknologi inverter akan diaplikasikan pada AC. Kamar yg memakai AC inverter milik suhu lebih stabil. Kenaikan dan penurunan temperature rata-rata cuma berkisar 0,5 derajat celsius.

THINKSTOCKPHOTOS Set suhu kamar pada temperatur 23-25 derajat celsius saja.

Cara kerja AC inverter berbeda dengan AC konvensional yg harus melalui proses on-off saat terjadi perubahan suhu. Pada AC inverter, kompresor mulai menyesuaikan kecepatan pendinginan secara otomatis tanpa perlu dimatikan atau dinyalakan.

Ketika temperatur ruangan yg kami inginkan tercapai, kompresor mengurangi kecepatan pendinginan. Saat suhu naik lagi, kompresor mempercepat laju kerjanya sehingga udara dalam kamar tetap stabil.

Rata-rata pemakaian listrik AC inverter juga lebih rendah 50 persen ketimbang AC konvensional. Biasanya, AC konvensional ukuran 1 PK membutuhkan daya lebih kurang 819 Watt. Sebagai perbandingan, AC inverter Daikin STKC25NV cuma butuh sekitar 540 Watt. Tertarik?
Sumber: http://tekno.kompas.com
Teknologi

Tags: #Teknologi

Leave a reply "Ternyata, Ini Penyebab AC Rumah “Loyo”!"

Author: 
    author