Tujuh Tips Naik Gerbong Wanita Dari “anker”

71 views

Tujuh tips naik gerbong wanita dari “anker”

Jakarta (ANTARA News) – Kondisi gerbong kereta yg padat nyaris membludak pada pagi dan sore hari adalah hal yg biasa dijalani para “anker” alias “anak kereta”, di antaranya gerbong khusus wanita yg isinya kerap lebih galak ketimbang penumpang di gerbong campur.
ANTARA News menghimpun berbagai tips agar dapat bertahan di gerbong wanita pada jam sibuk dari para pengguna setia kereta.
1. Jangan pakai sandal jepit
Berdesak-desakan adalah pemandangan biasa pada setiap gerbong kereta pada jam sibuk. Menggunakan sandal jepit mampu merepotkan penumpang karena ada kemungkinan kaki terinjak-injak oleh penumpang yang lain di situasi padat.
“Kalau sendal jepitnya putus, jadi repot,” kata Sekar yg telah menjadi “anker” selama lima tahun terakhir.
Prioritaskan kenyamanan ketimbang fesyen, jadi lebih baik pakai sepatu ketimbang sandal hak tinggi. Lagi pula, kecil kemungkinan Anda mendapat tempat duduk di kereta pada jam berangkat atau pulang kerja. Pakailah alas kaki yg nyaman dipakai ketika berdiri lama.
2. Bawa sesuatu tas
Masukkan seluruh barang ke dalam sesuatu tas. Anda mulai repot sendiri bila menggunakan ransel sambil menenteng tote bag di sesuatu tangan dan kotak bekal di tangan lain. Bila terpaksa menjinjing barang tambahan, langsung letakkan di rak bagian atas kereta yg telah tersedia. 
Jangan lupa lindungi bawaan dari copet, biasanya para “anker” telah bersiap menggunakan ransel secara terbalik, bukan di punggung tapi disandang di depan.
Aghnia yg setiap hari bolak-balik Jakarta-Tangerang dengan kereta berpendapat ransel adalah pilihan ternyaman.
“Kalau enggak perlu-perlu banget, hindari tas sling atau tali.”
3. Perhatikan tata rambut
Ketika berhimpitan, ada kemungkinan rambut Anda dapat “menusuk” atau menggelitik wajah penumpang lain. Atur rambut sedemikian rupa atau tutupi dengan pashmina sehingga rambut tak menusuk hidung penumpang di belakang. 
 
4. Persiapkan fisik 
Berusaha masuk ke gerbong yg telah penuh adalah sebuah perjuangan. Jangan paksakan diri bila keadaan kurang fit, jangan sampai merepotkan orang sekitar dan petugas karena pingsan di dalam gerbong.
Menurut Dara, penumpang setia kereta jurusan Bogor-Kota, perempuan rata-rata enggan “menahan tubuh” sehingga saat kereta mengerem, tubuh mereka jadi doyong dan menimpa orang di sekitarnya. Bila tak ada yg berpegangan kuat, bisa-bisa yg terjadi efek domino.
5. Sabar
Mayoritas pengguna gerbong wanita menekankan hal ini. Pada ketika seluruh orang merasa lelah, hal sepele dapat memancing emosi.
“Harus sabar dan saling pengertian kalau kami seluruh milik kepentingan dan kelelahan masing-masing,” tutur Argihta, warga Bogor yg jadi pengguna kereta sejak sesuatu dekade lalu.
Jangan lupa buat mengalah kepada orang hamil dan ibu yg membawa anak atau lansia.
“Mesti tetap waras di gerbong itu,” imbuh Anissa yg juga berdomisili di Kota Hujan.
6. Hafalkan jadwal kereta
Perlu waktu buat mempraktikkan tips ini, tetapi lama kelamaan Anda mulai hafal kereta jam berapa yg milik gerbong wanita lebih sepi ketimbang yg lain. Bila jadwal telah di luar kepala, Anda juga mampu menetapkan kapan mampu naik kereta balik yg isinya lebih kosong. 
7. Jangan memaksakan diri
Bila gerbong telah penuh, lebih baik menunggu kereta berikutnya. Jika tetap dipaksakan, penumpang di dalam gerbong mulai tergencet, sementara Anda juga dapat terdorong keluar gerbong ketika ada orang yg mau turun. Utamakan keselamatan di atas segala-galanya.
Baca :  Momo Geisha Tunda Peluncuran Album Demi Ayah

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com
Hiburan

Tags: #Hiburan

Leave a reply "Tujuh Tips Naik Gerbong Wanita Dari “anker”"

Author: 
    author