Yamaha: KPPU Salah Hitung Keuntungan Yamaha

117 views

Yamaha: KPPU Salah Hitung Keuntungan Yamaha

Jakarta -Kasus pengaturan harga jual skuter 110-125 cc, Yamaha dan Honda selalu berlangsung. Salah sesuatu penyebab dugaan ini muncul setelah Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menemukan Yamaha masih untung besar meskipun market share mereka turun.

Namun tak di mata Yamaha, karena berdasarkan data yg dimiliki Yamaha, KPPU salah dalam menghitung keuntungan Yamaha pada 2013-2014, yg menjadi periode penyelidikan kartel.

“Laba Yamaha sangat kecil, tetapi menurut investigator peningkatan keuntungan operasional Yamaha tahun 2014 dibanding 2013 naik 47,4 persen. Ini investigator melakukan kesalahan hitung yg fatal, sehingga kelihatan seolah-olah keuntungan Yamaha berlebihan,” ujar Executive Vice President & COO PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, Dyonisius Beti.

“Dalam LDP halaman 22 butir 3, kenaikan laba 2014 itu Rp 127 miliar bila dibagi laba 2013 itu mencapai 1.717 miliar. Maka hasilnya 7,4 persen bukan 47,4 persen yg begitu besar. Bapak milik kalkulator kan, semuanya dapat dihitung. Anak kecil pun mampu menghitungnya pak (menggunakan kalkulator-Red). Jadi Saya mohon kepada yg Mulia bagi menolak dugaan tim investigator ini,” tambah Dyon.

Dyon memberi kesimpulan agar dugaan kartel yg dikerjakan Yamaha dan Honda ini tak dilanjutkan. Karena Yamaha tak mendapatkan keuntungan yg sangat besar.

“Kesimpulan investigator dalam LDP halaman 22 butir 5, bahwa kenaikan keuntungan Yamaha (Excessive) karena kenaikan harga tak benar. karena pertama, laba bersih Yamaha 2014 setelah pajak itu 3,8 persen, tingkat laba ini jelas sangat rendah dibandingkan investigasi di sektor yang lain dan No Excessive Profit,” kata Dyon.

“Kedua laba perusahaan tahun 2014, dengan metode yg sama dengan tahun 2013 sebenarnya turun 8,6 persen. Sehingga laba yg rendah ini membuktikan tak ada kartel,” tambahnya.

Baca :  Perkuat Pasar 4x4, Toyota Segarkan Hilux

Sebelumnya, KPPU menjadikan data keuntungan Yamaha sebagai alat bukti kedua buat dapat menseret Yamaha dan Honda, dalam dugaan pengaturan harga jual motor skuter 110-125 cc.

KPPU menjelaskan alat bukti kedua yg semakin menguatkan asumsi adanya dugaan pengaturan harga jual skuter 110-125 cc. Yakni dengan melihat pasar roda beberapa skuter matik dengan mesin 110-125 cc.

Dalam bukti ini dijelaskan penjualan sepeda motor PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing pada 2013 sebanyak 2.491.704 unit dan di 2014 sebanyak 2.371.248 unit, yg artinya mengalami penurunan penjualan.

Meski demikian, dikatakan Yamaha masih mengalami peningkatan profit. Tertulis di dalamnya, operating profit PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing pada 2013 sebesar Rp 1.579 miliar dan di 2014 sebesar Rp 1.679 miliar, meningkat Rp 100 miliar (6,3 persen)’.

Tercatat juga, keuntungan bersih sebelum pajak PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing di 2013 sebesar Rp 1.717 miliar dan di 2014 sebesar Rp 1.844 miliar atau meningkat 127 miliar (47,4 persen).

(lth/ddn)
Sumber: http://oto.detik.com
Otomotif

Tags: #Otomotif

Leave a reply "Yamaha: KPPU Salah Hitung Keuntungan Yamaha"

Author: 
    author